Kompas.com - 20/10/2014, 19:03 WIB
Wakil Presiden Boediono mengemasi barang-barangnya sebelum pergantian pemerintahan, Sabtu (18/10/2014). KOMPAS.com/ICHA RASTIKAWakil Presiden Boediono mengemasi barang-barangnya sebelum pergantian pemerintahan, Sabtu (18/10/2014).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Lima tahun lalu, 20 Oktober 2009, Boediono melakukan prosesi pisah sambut di Istana Wakil Presiden bersama mantan wakil presiden saat itu, Jusuf Kalla. Kala itu, di hadapan ratusan pegawai Sekretariat Negara, JK berpesan kepada Boediono agar berperan aktif dalam tugas negara.

JK mengatakan, jangan sampai posisinya sebagai wakil presiden hanya ban serep ketika presiden tengah ke luar negeri.

"Saya terngiang pesan Bapak (JK). 'Pak Boed sebagai wapres jangan jadi ban serep.' Tapi memang nasib wapres itu jadi ban serep," kata Boediono, saat berpamitan di depan pegawai Istana Wakil Presiden, Senin siang.

Boediono mengatakan, apa yang saat ini ia lakukan hanya mengembalikan apa yang telah ia pinjam dari JK sebelumnya. Saat itu, JK memberikan sebuah buku yang berisi memori masa akhir jabatan wakil presiden kepada dirinya. Kini, giliran buku itu yang diserahkannya kepada JK.

"Apa yang telah saya lakukan, saya sampaikan dalam buku kecil ini. Ada catatan dan semoga bisa ada perubahan dan perbaikan di masa yang akan datang. Saya ucapkan selamat bertugas, Bapak," ujar Boediono.

Pada hari ini, Jokowi dan JK resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden 2014-2019.

Sementara itu, JK mengatakan, makna "ban serep" yang dimaksudnya adalah jika seorang wapres hanya bertindak sebagai ban serep maka ia diibaratkan sebagai pemain cadangan dalam sebuah permainan sepak bola yang jarang diturunkan di lapangan untuk bertanding.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Wapres ini pembantu presiden. Namanya pembantu mesti kerja kan, masa pembantu tidak kerja," kata JK.

Ia juga meminta agar seluruh staf Istana Wakil Presiden dapat membantu kinerja staf Istana Negara secara optimal. Menurut dia, menjalankan tugas kenegaraan merupakan amanah konstitusi.

"Saya yakin, apa pun beratnya masalah kalau diselesaikan bersama akan mudah diselesaikan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, JK juga sempat mengutarakan rasa kagumnya atas apresiasi masyarkat terhadap pelantikan dirinya dan Jokowi. Sepanjang pelaksanaan kirab budaya dari mulai Bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Negara, masyarakat tak berhenti berteriak dan mengucapkan selamat. Namun, ia mengatakan, euforia kegembiraan masyarakat itu mahal harganya. Sambutan masyarakat itu membawa pesan bahwa pemerintahan yang akan datang memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk mempertahankannya.

"Sepanjang jalan saya cerita ke Pak Jokowi, ini beban besar yang harus kita berikan kepada masyarakat. Ekspektasi masyarakat sangat besar," kata JK.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Ketua MPR: Permasalahan Kesetaraan Gender Harus Segera Diselesaikan

Wakil Ketua MPR: Permasalahan Kesetaraan Gender Harus Segera Diselesaikan

Nasional
Survei Sebut Pendukung PDI-P dan Golkar Setuju Presiden Tiga Periode, Jokpro 2024: Cepat atau Lambat, Partai Lain Akan Bergabung

Survei Sebut Pendukung PDI-P dan Golkar Setuju Presiden Tiga Periode, Jokpro 2024: Cepat atau Lambat, Partai Lain Akan Bergabung

Nasional
Kemenkes: Penurunan Kasus Covid-19 di Indonesia Belum Capai Ketentuan WHO

Kemenkes: Penurunan Kasus Covid-19 di Indonesia Belum Capai Ketentuan WHO

Nasional
Masyarakat yang Tidak Punya NIK Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19 dengan Disdukcapil

Masyarakat yang Tidak Punya NIK Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19 dengan Disdukcapil

Nasional
Tanggapi Arteria soal Pesawat Kepresidenan, Demokrat: Keliru jika Salahkan SBY, Harusnya Berterima Kasih

Tanggapi Arteria soal Pesawat Kepresidenan, Demokrat: Keliru jika Salahkan SBY, Harusnya Berterima Kasih

Nasional
Menko PMK Minta Puskesmas Siapkan Obat Antivirus dan Oksigen untuk Pasien Covid-19

Menko PMK Minta Puskesmas Siapkan Obat Antivirus dan Oksigen untuk Pasien Covid-19

Nasional
Cegah Penurunan Populasi Ikan Selar Bentong, Kementerian KP Lakukan Penelitian

Cegah Penurunan Populasi Ikan Selar Bentong, Kementerian KP Lakukan Penelitian

Nasional
Soal Informasi Bantuan Kuota Internet, Nadiem: Harus Resmi dari Kemendikbud, Bersumber dari Satu Situs

Soal Informasi Bantuan Kuota Internet, Nadiem: Harus Resmi dari Kemendikbud, Bersumber dari Satu Situs

Nasional
Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Kemenkes

Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Kemenkes

Nasional
Calon Hakim Agung Ini Nilai Terlalu Banyak OTT KPK Akan Berdampak ke Investasi

Calon Hakim Agung Ini Nilai Terlalu Banyak OTT KPK Akan Berdampak ke Investasi

Nasional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, Dedi Mulyadi: Ada 3 Pertanyaan

Diperiksa KPK Terkait Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, Dedi Mulyadi: Ada 3 Pertanyaan

Nasional
Anies-AHY Paling Dipilih Rakyat Versi Survei, PPP: Biasa Saja, Survei Bukan Cerminan Hasil Pemilu

Anies-AHY Paling Dipilih Rakyat Versi Survei, PPP: Biasa Saja, Survei Bukan Cerminan Hasil Pemilu

Nasional
Kemendikbud Ristek Kembali Beri Bantuan Kuota, Begini Syaratnya

Kemendikbud Ristek Kembali Beri Bantuan Kuota, Begini Syaratnya

Nasional
Calon Hakim Agung Ini Nilai Restorastive Justice Pendekatan Utama Selesaikan Pidana Anak

Calon Hakim Agung Ini Nilai Restorastive Justice Pendekatan Utama Selesaikan Pidana Anak

Nasional
Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB, Sumbawa Disebut Kekurangan Dokter

Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB, Sumbawa Disebut Kekurangan Dokter

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X