Hidayat Nur Wahid Klaim Banyak Kader PDI-P Jawa Tengah Dukung Prabowo

Kompas.com - 26/06/2014, 11:07 WIB
Anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid (kiri) dan Ahmad Heryawan hadir pada Musyawarah XII Majelis Syura PKS di Jakarta, Minggu (27/4/2014). Pada musyawarah ini sejumlah agenda menjadi bahasan, di antaranya evaluasi hasil pemilu legislatif, koasili, dan persiapan menghadapi pemilu presiden. KOMPAS/HERU SRI KUMOROAnggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid (kiri) dan Ahmad Heryawan hadir pada Musyawarah XII Majelis Syura PKS di Jakarta, Minggu (27/4/2014). Pada musyawarah ini sejumlah agenda menjadi bahasan, di antaranya evaluasi hasil pemilu legislatif, koasili, dan persiapan menghadapi pemilu presiden.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra


SUKOHARJO, KOMPAS.com
 — Anggota tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Hidayat Nur Wahid, merasa keberatan jika Jawa Tengah disebut sebagai basis PDI Perjuangan, yang menjadi partai pengusung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut Hidayat, Prabowo-Hatta juga memiliki suara yang signifikan di Jawa Tengah.

"Kalau Jawa Tengah disebut 'kandang banteng', kita harus lihat banyak kader PDI-P di Jawa Tengah juga dukung Prabowo. Kita ini ada di Indonesia, kita tidak mau katakan ini kandang siapa," kata Hidayat di sela kampanye Prabowo di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2014).

Hidayat mengatakan, pihaknya memang fokus di Jawa Tengah karena merupakan wilayah dengan pemilih yang cukup padat. Meski daerah lain juga didatangi, Pulau Jawa merupakan target utama.

"Indonesia juga tidak bisa lepas dari kejawaannya. Karena itu, tentu wajar kalau Pak Prabowo, atau Pak Jokowi, mencoba merebut komunitas Jawa," ujar mantan Presiden PKS itu.

Hidayat mengaku, pihaknya akan terus bekerja keras di wilayah Pulau jawa. Enam partai koalisi yang telah bergabung akan terus dimanfaatkan secara optimal untuk pemenangan Prabowo-Hatta.

"Target kita di Jawa Tengah 65 persen," ujar mantan Ketua MPR itu.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Brigjen Prasetijo Bantah Buat Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Brigjen Prasetijo Bantah Buat Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Nasional
Satgas: Libur Panjang Picu Lonjakan Kasus Covid-19 hingga 118 Persen

Satgas: Libur Panjang Picu Lonjakan Kasus Covid-19 hingga 118 Persen

Nasional
Menkes Terawan: Belum Ada Vaksin Covid-19 untuk Anak dan Lansia

Menkes Terawan: Belum Ada Vaksin Covid-19 untuk Anak dan Lansia

Nasional
Bawaslu Rekomendasikan Diskualifikasi bagi 6 Pasangan Calon di Daerah Ini

Bawaslu Rekomendasikan Diskualifikasi bagi 6 Pasangan Calon di Daerah Ini

Nasional
Menkes Terawan Klaim Angka Tes Covid-19 di Indonesia Memenuhi Standar WHO

Menkes Terawan Klaim Angka Tes Covid-19 di Indonesia Memenuhi Standar WHO

Nasional
Satgas: Dampak Demo terhadap Kasus Covid-19 Terlihat dalam 2-4 Pekan

Satgas: Dampak Demo terhadap Kasus Covid-19 Terlihat dalam 2-4 Pekan

Nasional
Penyusunan RPP BUMDes, Mendes PDTT: Kami Ajak Banyak Pihak Diskusi

Penyusunan RPP BUMDes, Mendes PDTT: Kami Ajak Banyak Pihak Diskusi

Nasional
Piala Dunia U-20 Belum Tentu Bisa Disaksikan Penonton

Piala Dunia U-20 Belum Tentu Bisa Disaksikan Penonton

Nasional
Sidik Dugaan Korupsi di PT Pelindo II, Kejagung Mulai Periksa Saksi

Sidik Dugaan Korupsi di PT Pelindo II, Kejagung Mulai Periksa Saksi

Nasional
Riset Freedom House: Skor Kebebasan Berinternet Indonesia 49 dari 100

Riset Freedom House: Skor Kebebasan Berinternet Indonesia 49 dari 100

Nasional
Jokowi Sampaikan Kendala Izin Impor Produk Indonesia ke PM Jepang

Jokowi Sampaikan Kendala Izin Impor Produk Indonesia ke PM Jepang

Nasional
MUI Luruskan Kabar soal Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

MUI Luruskan Kabar soal Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Nasional
Satgas: Pengurangan Aktivitas di Kantor Turunkan Potensi Penularan dan Kematian Akibat Covid-19

Satgas: Pengurangan Aktivitas di Kantor Turunkan Potensi Penularan dan Kematian Akibat Covid-19

Nasional
Pernyataan Menaker soal UU Cipta Kerja Untungkan Pekerja Kontrak Dinilai Prematur

Pernyataan Menaker soal UU Cipta Kerja Untungkan Pekerja Kontrak Dinilai Prematur

Nasional
Menkes Terawan Yakin Tak Ada Rumah Sakit Sengaja 'Meng-covid-kan' Pasien Meninggal Dunia

Menkes Terawan Yakin Tak Ada Rumah Sakit Sengaja "Meng-covid-kan" Pasien Meninggal Dunia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X