Kompas.com - 23/06/2014, 15:40 WIB
Anggota Komisi III DPR-RI, Ruhut Sitompul, menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komnas HAM di Gedung DPR/MPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/2/2011).  TRIBUN NEWS/DANY PERMANA Anggota Komisi III DPR-RI, Ruhut Sitompul, menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komnas HAM di Gedung DPR/MPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/2/2011).
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Dua politikus asal Partai Demokrat, Ruhut Sitompul dan Nurhayati Ali Assegaf, kembali bersitegang karena pemilu presiden mendatang. Ruhut meminta kepada Nurhayati untuk tidak banyak berkomentar ihwal dukungannya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

"Bu (Nurhayati), kata Ruhut, enggak usah banyak cakap entar 'digas' lagi sama Ruhut seperti dulu, selesai," kata Ruhut kepada wartawan di Kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2014).

Anggota Komisi I DPR itu mengaku sebenarnya enggan menanggapi komentar Nurhayati soal dukungan pribadinya kepada Jokowi-JK. Menurut Ruhut, kelasnya sebagai politikus berbeda dengan Nurhayati.

"Aku tidak mau meladeni yang kelas dia," ujarnya.

Saat ditanya soal desakan Nurhayati agar dirinya mundur dari Demokrat, Ruhut balik mempertanyakan permintaan itu. Dia pun meminta kepada Nuryahati untuk mendesak politikus Demokrat lainnya untuk mundur karena bergabung di kubu Jokowi-JK.

"Coba yang lain di kubu Jokowi disuruh mundur. 'Mak Lampir', kata Ruhut, enggak usah banyak omong," cetusnya.

Sebelumnya, Ruhut berencana akan mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-JK di Restoran Horapa, Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 31, Menteng, Jakarta Pusat, pada pukul 19.00 WIB nanti. Ruhut mengaku, dukungannya tersebut mendapat restu Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Nurhayati Ali Assegaf membantah dukungan Ruhut Sitompul kepada pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla telah direstui Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.