Kompas.com - 26/05/2014, 17:56 WIB
Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, sesaat sebelum bertolak ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2014), untuk menjalani tes kesehatan. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOPasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, sesaat sebelum bertolak ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2014), untuk menjalani tes kesehatan.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Bakal calon wakil presiden Jusuf Kalla mengklarifikasi video pernyataannya yang pernah mengkritik Joko Widodo ketika santer disebut-sebut sebagai bakal calon presiden yang akan diusung PDI Perjuangan. Kini, JK mendampingi Jokowi sebagai calon peserta Pemilu Presiden 2014. 

Menurut JK, pernyataan itu dilontarkannya ketika Jokowi baru tiga bulan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dalam pandangan JK, saat itu, Jokowi belum memiliki pengalaman untuk menjadi presiden Indonesia.

"Masa 2-3 bulan langsung mau diusulkan?" ujar JK, seusai mengunjungi kediaman Pendiri Partai Golongan Karya, Suhardiman, di Jalan Kramat Batu, Cipete, Jakarta Selatan, Senin (26/5/2014).

JK mengatakan, saat itu dia melihat sosok Jokowi belum melakukan banyak hal untuk Jakarta. Oleh karena itu, dia menyarankan agar Jokowi menimba pengalaman terlebih dahulu sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, lanjut JK, setelah berjalan hampir dua tahun, Jokowi dianggapnya cukup mengantongi pengalaman untuk maju sebagai calon presiden. 

"Saya lihat, amati, langkah-langkah yang dia lakukan cukup baik. Dan saya lihat dia punya kemampuan," ujar JK.

Oleh karena itu, lanjut JK, ia bersedia untuk mendampingi Jokowi sebagai cawapres. Bersama Jokowi, kata JK, akan terbentuk pemerintahan yang menggabungkan antara pengetahuan dan pengalaman. Menurutnya, jika pengetahuan Jokowi digabung dengan pengalaman yang dimilikinya, akan terwujud pemerintahan yang lebih baik dari sebelumnya.

"Insya Allah pemerintah ini akan jauh lebih baik," ujar JK.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muhadjir Effendy: Larangan Mudik Tak Berhasil 100 Persen, tapi Bukan Gagal

Muhadjir Effendy: Larangan Mudik Tak Berhasil 100 Persen, tapi Bukan Gagal

Nasional
Hentikan Agresi Israel terhadap Palestina

Hentikan Agresi Israel terhadap Palestina

Nasional
Gambaran Potensi Lonjakan Kasus Covid-19, Dua Pekan Setelah Libur Lebaran...

Gambaran Potensi Lonjakan Kasus Covid-19, Dua Pekan Setelah Libur Lebaran...

Nasional
Kejanggalan Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK yang Jadi Sorotan...

Kejanggalan Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK yang Jadi Sorotan...

Nasional
Satgas: 20 Provinsi Alami Kenaikan Kasus Kematian Akibat Covid-19

Satgas: 20 Provinsi Alami Kenaikan Kasus Kematian Akibat Covid-19

Nasional
Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam Bersama-sama Kutuk Keras Agresi Israel ke Palestina

Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam Bersama-sama Kutuk Keras Agresi Israel ke Palestina

Nasional
Polisi Berhentikan Mobil yang Buntuti Rangkaian Kendaraan Wapres Ma'ruf Amin

Polisi Berhentikan Mobil yang Buntuti Rangkaian Kendaraan Wapres Ma'ruf Amin

Nasional
Pegawai KPK Ungkap Kejanggalan TWK, dari Proses hingga Materi Pertanyaan

Pegawai KPK Ungkap Kejanggalan TWK, dari Proses hingga Materi Pertanyaan

Nasional
Indonesia Minta Negara OKI Bersatu Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia Minta Negara OKI Bersatu Dukung Kemerdekaan Palestina

Nasional
Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

Nasional
Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Nasional
Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Nasional
Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Nasional
Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Nasional
UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X