Puluhan Penyidik Polri Geledah Kantor Pusat Dirjen Bea Cukai

Kompas.com - 09/12/2013, 13:47 WIB
Seorang penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri nampak memasuki ruangan staf Direktur Jenderal Bea Cukai, Agung Kuswandono, Senin (9/12/2013). Kedatangan penyidik guna mencari barang bukti terkait penanganan kasus dugaan penerimaan suap yang diduga diterima mantan Kasubdit Ekspor Ditjen Bea Cukai, Heru Sulastyono. kompas.com/dani prabowoSeorang penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri nampak memasuki ruangan staf Direktur Jenderal Bea Cukai, Agung Kuswandono, Senin (9/12/2013). Kedatangan penyidik guna mencari barang bukti terkait penanganan kasus dugaan penerimaan suap yang diduga diterima mantan Kasubdit Ekspor Ditjen Bea Cukai, Heru Sulastyono.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggeledah Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai Pusat di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur, Senin (9/12/2013).

Dari pantauan Kompas.com, para penyidik tiba pukul 12.20 WIB dengan menggunakan sebuah bus berukuran sedang. Setidaknya, ada 30 orang penyidik berpakaian putih dan dengan jaket merah bertuliskan "Bareskrim Polri" memdatangi kantor tersebut.

Setibanya di lokasi, para penyidik itu segera naik ke lantai dua gedung utama kantor Bea Cukai. Mereka terlihat memasuki staf Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandoro, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan petugas keamanan gedung.

Menurut informasi yang dihimpun, penggeledahan kantor Bea Cukai tersebut merupakan tindak lanjut atas penanganan kasus dugaan penerimaan suap yang diterima oleh mantan Kasubdit Ekspor Ditjen Bea Cukai Heru Sulastyono.

Suap tersebut diduga diberikan oleh seorang pengusaha bernama Yusran Arif. Dugaan suap dalam kasus ini diberikan dalam rupa polis asuransi berjangka senilai Rp 11,4 miliar. Suap tersebut diduga diterima Heru dari Yusran Arief selama kurun 2005-2007, saat Heru menjabat sebagai Kepala Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok di Jakarta Utara. Jabatan Heru saat sebelum dinonaktifkan adalah sebagai Kasubdit Ekspor dan Impor Ditjen Bea Cukai.

Yusran diduga menyuap Heru sebagai upaya menghindarkan perusahaannya dari audit pajak. Heru dan Yusran telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini dengan sangkaan Pasal 3 dan 6 UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Heru dan Yusran juga dikenakan sangkaan Pasal 3 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Mereka juga dijerat Pasal 5 Ayat 2, serta Pasal 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X