BMKG: Indonesia Masuk Musim Transisi

Kompas.com - 18/11/2013, 14:30 WIB
Ilustrasi : Mendung gelap menggelayut di langit Jakarta sesaat sebelum hujan deras disertai angin menerjang, Kamis (29/11/2012). Warga dihimbau mewaspadai cuaca ekstrem akibat pengaruh masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan yang ditandai hujan deras sporadis dan angin kencang.

KOMPAS/IWAN SETIYAWANIlustrasi : Mendung gelap menggelayut di langit Jakarta sesaat sebelum hujan deras disertai angin menerjang, Kamis (29/11/2012). Warga dihimbau mewaspadai cuaca ekstrem akibat pengaruh masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan yang ditandai hujan deras sporadis dan angin kencang.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, saat ini Indonesia tengah masuk masa transisi musim dari musim kemarau menuju musim hujan. Tak ayal, kondisi cuaca saat ini cenderung terik pada pagi hari dan hujan pada sore menjelang malam.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono R Prabowo menjelaskan, secara umum kondisi cuaca pada masa peralihan ditandai dengan sering munculnya embusan angin kuat. Sementara itu, hujan yang turun akan dibarengi dengan gemuruh tinggi.

"Saat ini masuk masa transisi. Karakteristik musim kemaraunya masih ada, tetapi karakteristik musim hujan juga sudah ada," kata Mulyono saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/11/2013).

Mulyana mengingatkan, kondisi hujan di kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat, cenderung tinggi pada sore hari. Angin pembawa hujan cenderung memiliki pola bergeser dari arah selatan di kawasan Depok dan Pasar Minggu menuju ke wilayah Jakarta Timur, Jonggol, dan Bekasi. Kemudian, angin tersebut akan kembali bergeser ke kawasan Jakarta Pusat, baru menuju Jakarta Utara.

Di samping itu, ia juga mengingatkan kepada para nelayan yang akan melaut di wilayah utara Jakarta. Pasang laut naik akan terjadi pada 18-19 November 2013. Namun, setelah itu kondisi pasang naik akan cenderung normal.

"Untuk pasang naik sebetulnya itu siklus. Sebelumnya juga terjadi, tetapi untuk 18-19 November perlu diwaspadai," terangnya.

Setelah masa transisi berakhir, ia melanjutkan, curah hujan akan cenderung tinggi. Hal itu berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Untuk itu, ia mengingatkan agar masyarakat dapat mewaspadai dan mengantisipasi hal tersebut.

Ia menambahkan, banjir yang terjadi selama ini diakibatkan tingginya volume air di permukaan tanah. Tingginya volume tersebut disebabkan jalur aliran air seperti selokan dan sungai yang tersumbat sampah. Akibatnya, air terlalu lama tertampung dan tak dapat mengalir ke sungai.

"Yang terpenting jangan sampai terjadi kepanikan. Antisipasi genangan yang ada agar air dapat mengalir ke laut," ujarnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Nasional
Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Nasional
Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Nasional
Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi 'Abuse of Power' dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi "Abuse of Power" dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Nasional
Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Nasional
Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Nasional
KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

Nasional
Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Nasional
Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Nasional
Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Nasional
Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Nasional
Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Nasional
Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X