Salah Alamat, KPK Batal Periksa Politisi PKS Rama Pratama

Kompas.com - 10/05/2013, 12:49 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Rama Pratama, Jumat (10/5/2013), karena surat panggilan pemeriksaan yang dikirimkan KPK tidak sampai kepada yang bersangkutan.

"Surat panggilannya kembali lagi karena yang bersangkutan sudah enggak tinggal di alamat yang ada di data kependudukan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Jumat.

Sedianya, Rama yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang rekomendasi kuota impor sapi Ahmad Fathanah pada hari ini. Rama diperiksa karena dianggap tahu seputar kasus dugaan pencucian uang yang menjerat Fathanah.

KPK menjerat Fathanah dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) setelah sebelumnya menetapkan orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi. KPK juga menetapkan Luthfi sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Untuk kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, Fathanah diduga bersama-sama Luthfi menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama karena telah sepakat membantu perusahaan itu menambah kuota impor daging sapi. Diduga, ada commitment fee Rp 40 miliar yang dijanjikan PT Indoguna Utama kepada Luthfi.

Kemudian untuk kasus TPPU, Fathanah diduga menyembunyikan uang hasil tindak pidana korupsi dengan sejumlah cara, misalnya mentransfer ke orang lain, atau membeli aset yang diatasnamakan orang lain. Terkait penyidikan TPPU Fathanah, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan Presiden PKS pada pekan depan.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X