Kompas.com - 21/03/2013, 20:00 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq menyeret nama Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran dan Laboratorium di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dengan terdakwa Zulkarnaen Djabbar dan Dendy Prasetya, Kamis (21/3/2013).

Fahd mengaku pernah bertemu dengan Nasaruddin Umar untuk mengecek proyek-proyek Kemenag pada 2011. Saat itu, Nasaruddin menjabat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag.

Menurut Fahd, semula dia diminta Zulkarnaen Djabbar yang saat itu menjadi anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, untuk mengecek proyek-proyek di Kemenag. Fahd diminta menjadi broker atau calo proyek yang menghubungkan pihak swasta dengan Kemenag. “Saya mencari informasi di Ditjen Bimas Islam, ketemu Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam,” kata Fahd.

Semula, lanjut Fahd, Nasaruddin menolak kedatangannya. Namun setelah Fahd mengajak Dendy, putra Zulkarnaen, Nasaruddin pun mempersilahkan mereka masuk ke ruangan. “Pertama tidak diterima, tapi saya bawa Dendy untuk telepon Dirjen, baru akhirnya diterima masuk karena dia (Nasaruddin) tidak tahu saya,” tutur Fahd.

Kepada Kemenag, Fahd menanyakan sejumlah proyek yang akan berjalan. Bukan hanya proyek Alquran yang dicek saat itu. Namun, lanjut Fahd, dari semua proyek tersebut, pengadaan Alquran lah yang nilai anggarannya paling besar, yakni sekitar Rp 20 miliar hingga Rp 22 miliar.

Lebih jauh Fahd mengungkapkan, dalam pertemuan di ruangan Nasaruddin itu, dia didampingi Dendy, dan rekannya, Syamsurachman, Vasko Ruseimy, serta Rizky Moelyoputro. Saat itu, menurut Fahd, Nasaruddin memanggil anak buahnya, Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Abdul Karim, dan Direktur Urusan Agama Islam Pembinaan Syariah, Ahmad Jauhari. Adapun Ahmad Jauhara kini ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka.

Kemudian, lanjut Fahd, dalam pertemuan itu Nasaruddin meminta Fahd berhubungan dengan Abdul Karim.  “Pak Dirjen ngomong secara normatif, disuruh urus sama Pak Karim, setelah itu saya keluar dan ngobrol sama Pak Karim,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fahd lantas mengatakan kepada Karim kalau nanti akan ada anak buahnya yang mengurus. “Saya kenalin sama Vasco, Rizky, Samsu, malam itu juga,” katanya. Setelah itu, kata Fahd, pihak Kemenag mengatakan kalau sudah ada calon pemenang tender proyek Alquran. Dengan demikian, perusahaan yang dibawa Fahd, terancam tidak bisa masuk. “Kalau mau, (kita disarankan) pakai calon pemenangnya Dirjen Bimas Islam, Pak Masyuri atau Pak Karim yang mengarahkan ke orang yang biasa menang ke situ,” ucapnya.

Dalam kasus ini, Zulkarnaen selaku anggota DPR 2009-2014, baik secara sendiri maupun bersama-sama dengan Dendy dan Fahd El Fouz (Fahd A Rafiq), menerima uang Rp 14,9 miliar dari Abdul Kadir Alaydrus selaku pihak swasta. Uang itu diberikan kepada Zulkarnaen karena selaku anggota Banggar DPR, dia menyetujui anggaran di Kementerian Agama dan mengupayakan tiga perusahaan memenangi tender proyek di Kemenag. Ketiga perusahaan itu adalah PT Batu Karya Mas sebagai pemenang tender proyek pengadaan laboratorium komputer Kemenag 2011, PT Adhi Aksara Abadi sebagai pemenang tender pengadaan Al Quran 2011, dan PT Sinergi Pustaka Indonesia sebagai pemenang lelang proyek Al Quran tahun anggaran 2012.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Dugaan Korupsi Pengadaan Alquran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

    PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

    Nasional
    Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

    Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

    Nasional
    Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

    Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

    Nasional
    Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

    Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

    Nasional
    Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

    Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

    Nasional
    Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

    Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

    Nasional
    Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

    Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

    Nasional
    Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

    Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

    Nasional
    UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

    UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

    Nasional
    DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

    DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

    Nasional
    Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

    Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

    Nasional
    UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

    UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

    Nasional
    PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

    PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

    Nasional
    UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

    UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

    Nasional
    UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

    UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.