Kompas.com - 20/03/2013, 19:44 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menyita tiga kardus dokumen dalam penggeledahan di tiga lokasi yang berlangsung pada Selasa (19/3/2013) kemarin. Ketiga lokasi itu adalah ruangan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto dan anggota fraksi Partai Golkar Kahar Muzakir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, serta di kantor PT Findomuda Desain Cipta di Gandaria, Jakarta.

“Dari hasil penggeledahan di tiga tempat, di PT Findomuda, dan di ruangan anggota DPR, penyidik menyita tiga kardus air mineral. Beberapa kardus itu kita temukan lebih banyak data dari PT Findo,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Menurutnya, dokumen dalam tiga kardus yang disita KPK tersebut ditengarai berkaitan dengan Gubernur Rusli Zainal dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau tahun lalu. “Mengenai detilnya, saya tidak tahu,” kata Johan.

Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari barang bukti tambahan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi Revisi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau yang menjerat Rusli dan sejumlah anggota DPRD Riau.

Selain melakukan penggeledahan di tiga lokasi tersebut, KPK menggeledah rumah Rusli di Jalan Pulau Panjang lV-13/40, Kembangan Utara, Jakarta Barat. Hingga hari ini, penggeledahan di rumah tersebut masih berlangsung. Berdasarkan keterangan penyidik KPK di lapangan, sejumlah dokumen penting berhasil disita dari rumah Rusli.

Beberapa dokumen itu di antaranya, berkas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan rekening. Ketua rukun warga sekitar menambahkan kalau penyidik KPK juga menyita dokumen lain berupa surat tanda terima setoran, surat pembayaran Telkom, PAM, listrik, kartu kredit Bank Mandiri, dan paspor atas nama Damiati Aida Efendi, istri Rusli Zainal.

Saat dikonfirmasi mengenai paspor istri Rusli ini, Johan mengaku belum tahu apakah benar penyidik ikut menyita dokumen Keimigrasian tersebut.

Dalam kasus PON Riau, Rusli diduga melakukan tiga perbuatan korupsi. Pertama, dugaan penerimaan hadiah terkait Revisi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau. Kedua, dugaan pemberian hadiah terkait pembahasan perda yang sama. Ketiga, dugaan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait pengesahan bagan kerja Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) 2001-2006. Sebelumnya, KPK menggeledah Rumah Dinas Rusli atau Pendopo yang beralamat di Jalan Diponegoro, Riau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polri: Pelaku Bentrokan di Sorong Sudah Teridentifikasi, tapi Belum Dilakukan Penangkapan

    Polri: Pelaku Bentrokan di Sorong Sudah Teridentifikasi, tapi Belum Dilakukan Penangkapan

    Nasional
    Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Ketua MPR Kutuk Keras Praktik Perbudakan

    Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Ketua MPR Kutuk Keras Praktik Perbudakan

    Nasional
    KPK Sebut NFT Berpotensi Digunakan untuk Pencucian Uang

    KPK Sebut NFT Berpotensi Digunakan untuk Pencucian Uang

    Nasional
    RUU PDP Masih 'Deadlock', Anggota Komisi I Sebut Belum Ada Terobosan Komunikasi antara Pemerintah dan DPR

    RUU PDP Masih "Deadlock", Anggota Komisi I Sebut Belum Ada Terobosan Komunikasi antara Pemerintah dan DPR

    Nasional
    KPK Akan Awasi Pembangunan Ibu Kota Baru

    KPK Akan Awasi Pembangunan Ibu Kota Baru

    Nasional
    Pasukan Brimob 1 SSK Dikirim untuk Antisipasi Bentrokan di Pulau Haruku Maluku

    Pasukan Brimob 1 SSK Dikirim untuk Antisipasi Bentrokan di Pulau Haruku Maluku

    Nasional
    Jumat, Bareskrim Polri Panggil Edy Mulyadi sebagai Saksi Kasus Ujaran Kebencian

    Jumat, Bareskrim Polri Panggil Edy Mulyadi sebagai Saksi Kasus Ujaran Kebencian

    Nasional
    Foto AHY jadi Sorotan karena Pakai Rompi Militer di Samping Unimog, Demokrat: Kebetulan Saja

    Foto AHY jadi Sorotan karena Pakai Rompi Militer di Samping Unimog, Demokrat: Kebetulan Saja

    Nasional
     Firli: Kinerja KPK Bukan Hanya Diukur dari Berapa Banyak yang Ditangkap

    Firli: Kinerja KPK Bukan Hanya Diukur dari Berapa Banyak yang Ditangkap

    Nasional
    Sambangi KPK, Ubedilah Badrun Beri Tambahan Dokumen Dugaan KKN Gibran-Kaesang

    Sambangi KPK, Ubedilah Badrun Beri Tambahan Dokumen Dugaan KKN Gibran-Kaesang

    Nasional
    Ngabalin Sebut Jokowi Bentuk Tim Kecil untuk Beri Masukan soal Calon Pemimpin IKN

    Ngabalin Sebut Jokowi Bentuk Tim Kecil untuk Beri Masukan soal Calon Pemimpin IKN

    Nasional
    Perhimpunan Pendidikan dan Guru: PTM 100 Persen Saat Ini Tidak Aman!

    Perhimpunan Pendidikan dan Guru: PTM 100 Persen Saat Ini Tidak Aman!

    Nasional
    Dalih Bupati Langkat Soal Sel Kerangkeng: Bina Pecandu Narkoba dengan Kerja Tanpa Gaji

    Dalih Bupati Langkat Soal Sel Kerangkeng: Bina Pecandu Narkoba dengan Kerja Tanpa Gaji

    Nasional
    Kemenag-Kemendagri Teken MoU Pemanfaatan Data Kependudukan untuk Haji dan Umrah

    Kemenag-Kemendagri Teken MoU Pemanfaatan Data Kependudukan untuk Haji dan Umrah

    Nasional
    Soal FIR Wilayah Kepri dan Natuna, Anggota Komisi I: Secara Teknis Masih Bergantung Singapura

    Soal FIR Wilayah Kepri dan Natuna, Anggota Komisi I: Secara Teknis Masih Bergantung Singapura

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.