Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apresiasi Dukungan Masyarakat Selama Kampanye, Ganjar: Jadi Semangat untuk Menang

Kompas.com - 10/02/2024, 19:46 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Nursita Sari

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan masyarakat pada masa kampanye Pemilu 2024.

Ganjar yakin dukungan itu akan membawa dia dan pasangannya, calon wakil presiden Mahfud MD, menang pada hari pencoblosan 14 Februari mendatang.

"Luar biasa dukungan dari masyarakat, saya dan Pak Mahfud tentu sungguh senang, tentu bangga. Mudah-mudahan ini menjadi semangat kami semuanya untuk menang tanggal 14 nanti," kata Ganjar usai kampanye akbar bertajuk hajatan rakyat di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).

Baca juga: Tutup Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Maaf dan Harap Tak Ada yang Baper

Ganjar pun menjelaskan alasannya memilih kampanye terakhir di Jawa Tengah, tidak seperti dua pasangan calon lainnya yang menggelar kampanye akbar di Jakarta.

"Karena semua penginnya di Jakarta, kami penginnya bersama masyarakat di daerah. Dan tentu saja ada urusan sifatnya teknis, maka Jakarta kami ambil duluan," jelas dia.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini tak menjelaskan lebih lanjut urusan teknis yang dimaksud, sehingga kampanye akbar di Jakarta terlebih dahulu sebelum Jawa Tengah.

Baca juga: Tutup Kampanye di Jateng, Ganjar: Insya Allah Menang Mutlak, Kandang Banteng Akan Menunjukkannya

Sekadar informasi, Ganjar-Mahfud sudah lebih dulu menggelar kampanye akbar di Jakarta dibandingkan dua paslon lainnya, tepatnya 3 Februari 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kala itu kampanye akbar dibalut dengan konser bertajuk "Salam M3tal".

Sementara itu, kampanye akbar Ganjar-Mahfud pada hari terakhir ini digelar di Solo dan Semarang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Refly Harun Anggap PKB dan Nasdem 'Mualaf Oposisi'

Refly Harun Anggap PKB dan Nasdem "Mualaf Oposisi"

Nasional
Berharap Anies Tak Maju Pilkada, Refly Harun: Levelnya Harus Naik, Jadi 'King Maker'

Berharap Anies Tak Maju Pilkada, Refly Harun: Levelnya Harus Naik, Jadi "King Maker"

Nasional
Perkara Besar di Masa Jampidum Fadil Zumhana, Kasus Sambo dan Panji Gumilang

Perkara Besar di Masa Jampidum Fadil Zumhana, Kasus Sambo dan Panji Gumilang

Nasional
Refly Harun: Anies Tak Punya Kontrol Terhadap Parpol di Koalisi Perubahan

Refly Harun: Anies Tak Punya Kontrol Terhadap Parpol di Koalisi Perubahan

Nasional
Verifikasi Bukti Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai, Warga Akan Didatangi Satu-satu

Verifikasi Bukti Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai, Warga Akan Didatangi Satu-satu

Nasional
Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa ke Palestina di Sidang PBB

Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa ke Palestina di Sidang PBB

Nasional
Beban Melonjak, KPU Libatkan PPK dan PPS Verifikasi Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai

Beban Melonjak, KPU Libatkan PPK dan PPS Verifikasi Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai

Nasional
Peran Kritis Bea Cukai dalam Mendukung Kesejahteraan Ekonomi Negara

Peran Kritis Bea Cukai dalam Mendukung Kesejahteraan Ekonomi Negara

Nasional
Refly Harun Ungkap Bendera Nasdem Hampir Diturunkan Relawan Amin Setelah Paloh Ucapkan Selamat ke Prabowo

Refly Harun Ungkap Bendera Nasdem Hampir Diturunkan Relawan Amin Setelah Paloh Ucapkan Selamat ke Prabowo

Nasional
UU Pilkada Tak Izinkan Eks Gubernur Jadi Cawagub, Wacana Duet Anies-Ahok Buyar

UU Pilkada Tak Izinkan Eks Gubernur Jadi Cawagub, Wacana Duet Anies-Ahok Buyar

Nasional
Jemaah Haji Tak Punya 'Smart Card' Terancam Deportasi dan Denda

Jemaah Haji Tak Punya "Smart Card" Terancam Deportasi dan Denda

Nasional
Sebelum Wafat, Jampidum Kejagung Sempat Dirawat di RSCM 2 Bulan

Sebelum Wafat, Jampidum Kejagung Sempat Dirawat di RSCM 2 Bulan

Nasional
Jampidum Kejagung Fadil Zumhana Meninggal Dunia

Jampidum Kejagung Fadil Zumhana Meninggal Dunia

Nasional
Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, PKS: Kontrol Terhadap Pemerintah Wajib

Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, PKS: Kontrol Terhadap Pemerintah Wajib

Nasional
Istri di Minahasa Dibunuh karena Mengigau, Komnas Perempuan Sebut Fenomena Femisida

Istri di Minahasa Dibunuh karena Mengigau, Komnas Perempuan Sebut Fenomena Femisida

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com