Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Anies Bacakan Spanduk "Kami Langgar Larangan Istri Pergi ke JIS, tapi Tak Melanggar Konstitusi"...

Kompas.com - 10/02/2024, 18:52 WIB
Singgih Wiryono,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan membacakan tulisan dalam sejumlah spanduk yang dibawa simpatisan saat kampanye akbar di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara, Sabtu (10/2/2024).

Salah satu spanduk yang dibacakan Anies berisi sindiran soal pelanggaran konstitusi.

"Ada yang menulis lagi di sini, 'Kami melanggar larangan istri untuk pergi ke JIS, tapi kami bukan melanggar konstitusi'," kata Anies disambut riuh hadirin.

"Ada yang nmeulis lagi di sini, 'Capek-capek kuliah urusan teknik, eh pilih yang melanggar etik," kata Anies kembali disambut riuh hadirin.

"Ada yang menuliskan aspirasi di sini, 'Pajak naik, eh malah joget-joget'," ucap dia.

Baca juga: Pilih JIS sebagai Tempat Kampanye Akbar, Anies: Ini Mahakarya dari Keringat Orang Indonesia

Anies mengatakan, spanduk-spanduk yang dibawa simpatisannya merupakan harapan untuk mewujudkan gerakan perubahan.

Anies juga menyebut spanduk-spanduk itu unik karena tulisannya tidak seragam dan dibiayai secara swadaya oleh simpatisan yang datang.

"Karena itu tulisannya berbeda-beda, tapi aspirasinya sama, tujuannya seragam, yaitu perubahan," ucap Anies.

Sebagai informasi, kampanye akbar Anies dan pasangannya, calon wakil presiden Muhaimin Iskandar, digelar di JIS sejak pukul 06.30 WIB.

Acara bertema "Bersatu Berani Berubah" itu diisi oleh sejumlah artis seperti Nasidaria dan band D'Masiv.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Erupsi Gunung Ruang, TNI AL Kerahkan KRI Kakap-811 dan 400 Prajurit untuk Bantuan Kemanusiaan

Erupsi Gunung Ruang, TNI AL Kerahkan KRI Kakap-811 dan 400 Prajurit untuk Bantuan Kemanusiaan

Nasional
Pertemuan Prabowo dan Menlu China Berlangsung Tertutup di Kemenhan

Pertemuan Prabowo dan Menlu China Berlangsung Tertutup di Kemenhan

Nasional
Menlu Retno Telepon Menlu Hongaria Bahas soal Iran-Israel

Menlu Retno Telepon Menlu Hongaria Bahas soal Iran-Israel

Nasional
Bahlil Ungkap UEA Minat Investasi Panel Surya di IKN

Bahlil Ungkap UEA Minat Investasi Panel Surya di IKN

Nasional
Petugas 'Ad Hoc' Pilkada Akan Beda dengan Pilpres, KPU Buka Rekrutmen Lagi

Petugas "Ad Hoc" Pilkada Akan Beda dengan Pilpres, KPU Buka Rekrutmen Lagi

Nasional
Bertemu Hampir 2 Jam, Jokowi dan Tony Blair Bahas Investasi Energi di IKN

Bertemu Hampir 2 Jam, Jokowi dan Tony Blair Bahas Investasi Energi di IKN

Nasional
Firli Disebut Minta Rp 50 Miliar ke SYL, Pengacara: Fitnah!

Firli Disebut Minta Rp 50 Miliar ke SYL, Pengacara: Fitnah!

Nasional
Nasib Putusan Sengketa Pilpres 2024 jika Komposisi Hakim Menolak dan Mengabulkan Imbang

Nasib Putusan Sengketa Pilpres 2024 jika Komposisi Hakim Menolak dan Mengabulkan Imbang

Nasional
KPK Periksa Anggota DPR Ihsan Yunus Jadi Saksi Pengadaan APD Covid-19

KPK Periksa Anggota DPR Ihsan Yunus Jadi Saksi Pengadaan APD Covid-19

Nasional
Jokowi dan Megawati Saling Memunggungi

Jokowi dan Megawati Saling Memunggungi

Nasional
Soal Resolusi Gencatan Senjata di Gaza, Menlu China Sebut AS Pakai Hukum Internasional Sesuai Keinginannya Saja

Soal Resolusi Gencatan Senjata di Gaza, Menlu China Sebut AS Pakai Hukum Internasional Sesuai Keinginannya Saja

Nasional
Indonesia dan China Akan Bahas Kelanjutan Proyek Kereta Cepat, Luhut Kembali Terlibat

Indonesia dan China Akan Bahas Kelanjutan Proyek Kereta Cepat, Luhut Kembali Terlibat

Nasional
KPU Siap Laksanakan Apa Pun Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024

KPU Siap Laksanakan Apa Pun Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024

Nasional
KPU Tegaskan Caleg Terpilih Wajib Mundur jika Maju Pilkada 2024

KPU Tegaskan Caleg Terpilih Wajib Mundur jika Maju Pilkada 2024

Nasional
Megawati Kirim 'Amicus Curiae' ke MK, KPU: Itu Bukan Alat Bukti

Megawati Kirim "Amicus Curiae" ke MK, KPU: Itu Bukan Alat Bukti

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com