Lama Tak Muncul di DPR, ke Mana Saja Ade Komarudin? - Kompas.com

Lama Tak Muncul di DPR, ke Mana Saja Ade Komarudin?

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 19/05/2017, 15:29 WIB
Rakhmat Nur Hakim/Kompas.com Mantan Ketua DPR Ade Komarudin hadir di DPR pertama kalinya setelah tak lagi menjabat Ketua DPR

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua DPR, Ade Komarudin, lama tak terlihat di DPR.

Pada hari ini, Jumat (19/5/2017), tiba-tiba ia muncul saat mengisi daftar kehadiran rapat paripurna, di Lantai 3 Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Kali ini, ia muncul tanpa pengawalan petugas pengamanan dalam (pamdal).

Ade, yang mengenakan batik coklat lengan pendek dan peci hitam, tampak berjalan sendirian.

"Kalau peci mah, dipakai terus meski udah enggak jadi ketua," ujar Ade, yang biasa disapa Akom, sambil tertawa.

Kehadiran Akom juga menarik perhatian beberapa anggota Dewan yang kemudian menghampiri dan menyalaminya.

Setelah lengser dari jabatan Ketua DPR, baru kali ini  Ade terlihat di DPR, khususnya saat rapat paripurna. 

"Iya, mampir aja. Enggak ada apa-apa," ujar Akom.

Baca: Ade Komarudin: "Emangnya" Saya Sekarang Pengangguran?

"Alhamdulillah, sehat dan baik-baik," kata Akom, saat sejumlah anggota Dewan menanyakan kabarnya.

Ia juga sempat berkelakar bahwa kehadirannya di DPR karena sudah punya ruangan.

Sebelumnya, politisi Golkar ini belum memiliki ruangan setelah tak lagi menjabat Ketua DPR.

"Iya nih, baru dapat ruangan, tapi masih diperbaiki, di lantai sebelas," ujar Akom.

Selepas tak menjabat Ketua DPR, Akom mengaku aktif mengurus Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), salah satu organisasi sayap partai Golkar. 

Di organisasi itu, ia menjabat sebagai Ketua Umum.

Kompas TV KPK panggil empat saksi baru kasus pengadaan KTP elektronik. Namun hanya mantan ketua DPR, Ade Komarudin, dan mantan Ketua Komisi II Chairuman Harahap yang hadir. Pemanggilan ini untuk kesaksian atas tersangka Irman dan Sugiharto, mantan pejabat Kementrian Dalam Negeri. Hingga saat ini sudah lebih dari 200 saksi yang diperiksa, namun KPK belum menetapkan ersangka baru, meski kerugian negara ditaksir mencapai Rp 2 triliyun

PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM