Senin, 28 Juli 2014

News / Nasional

NKRI

Menlu: Pemerintah Tidak Tutupi Masalah di Papua

Kamis, 15 Maret 2012 | 13:18 WIB

ADELAIDE, KOMPAS.com- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan, apapun masalah yang ada di Papua ditangani oleh pemerintah dengan serius, dan tidak ditutupi seperti yang terjadi di masa lalu.

Pennyataan itu disampaikan Marty menjawab pertanyaan peserta kuliah tahunan di Australian National University (ANU) di Canberra, hari Rabu (14/3/2012).

Masalah Papua tampaknya akan mendapatkan perhatian lebih banyak pihak di Australia di masa-masa mendatang. Sebuah kelompok bernama anggota parlemen internasional untuk Papua Barat baru saja didiirikan.

Menurut Marty, dari sisi diplomatik, masalah keabsahan Papua sebagai bagian dari Indonesia tidak lagi menjadi perbincangan. Dan pendekatan di Papua juga sudah berubah dari pendekatan keamanan menjadi pendekatan kesejahteraan.

"Di masa lalu, kadang perilaku berlebihan dari beberapa anggota kepolisian ataupun militer ditutup-tutupi. Tetapi saya sendiri maupun Presiden memperhatikan masalah ini, dan semua ditangani dengan serius." kata Menlu Marty seperti dilaporkan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya.

Meski demikian, Marty tidak menutupi fakta bahwa masih ada sebagian kalangan di Papua yang masih memperjuangkan keinginan merdeka dengan menggunakan tindak kekerasan. "Sebagai negara yang berdaulat, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menangani masalah ini dengan sebaik-baiknya." kata Marty lagi.

Marty diundang untuk memberikan ceramah di ANU karena dia mendapatkan gelar Dr dari universitas terkemuka Australia ini di tahun 1993. Forum Papua Barat di Australia sendiri masalah Papua Barat ini sekarang mulai mendapatkan perhatian dalam tataran politik.

Dua minggu lalu, salah seorang senator dari Partai Buruh Richard di Natale membentuk cabang lokal anggota parlemen internasional bagi Papua Barat. Kelompok ini "memperjuangkan hak sah yang dimiliki oleh warga Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri."

Yang menjadi persoalan di gedung parlemen Australia adalah beberapa anggota parlemen dari Partai Buruh mendatangi acara tersebut, padahal sebagai partai yang memerintah, Partai Buruh mendukung integritas Indonesia.

Para anggota parlemen dari Partai Buruh ini semula disarankan untuk tidak hadir karena masalah tersebut sangat sensitif bagi pemerintah Indonesia. KBRI di Australia juga sudah melayangkan protes mengenai adanya kelompok ini.

Tanggal 27 Maret mendatang, Senator Richard di Natale akan berada di Universitas South Australia menghadiri acara "Forum Papua Barat". Acara ini akan dipimpin oleh salah seorang senator independen berpengaruh di sini, Nick Xenophon.

Dalam pertandingan sepakbola antara Adelaide United melawan Persipura bulan Februari lalu di Stadion Hindmarsh, beberapa warga Papua di dalam stadion mengibarkan bendera Papua Merdeka selama pertandingan berlangsung.


Editor : Marcus Suprihadi