Rabu, 1 Oktober 2014

News / Nasional

Pembebasan Irian Barat dalam Kenangan

Jumat, 10 Juli 2009 | 23:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembebasan wilayah Irian Barat yang sekarang disebut Papua dan Papua Barat tampaknya menjadi momen paling menarik bagi Kolonel Infantri (Purn) Drs R Ridhani, dari pusat sejarah TNI. Maka, buku berjudul Mayor Jenderal Soeharto - Panglima Mandala Pembebasan Irian Barat meluncur, Jumat (10/7) di Jakarta.

"Peristiwa Irian Barat mungkin operasi militer yang paling besar dalam sejarah peperangan di Indonesia," ujar Ridhani. Bagi anggota Tim Pokja Penulisan Buku Sejarah TNI 1945-2000 ini, peristiwa militer ini melibatkan seluruh potensi nasional dan persenjataan yang cukup besar se-Asia Tenggara.

Mantan Presiden Soeharto (alm) menjadi sorotan utama dalam buku setebal 300-an halaman ini. Soeharto merupakan salah satu orang besar di Indonesia. Dalam tempo singkat, Soeharto mampu merencanakan dan melaksanakan operasi-operasi militer gabungan dalam skala besar walau kondisi ekonomi negara saat itu kurang menguntungkan, kata Ridhani.

Karena itu, dengan menampilkan dan mengenang langkah-langkah dan strategi yang disiapkan Soeharto dalam operasi militer untuk membebaskan Irian Barat, jasa tokoh utama Orde Baru ini terkenang, terutama oleh generasi muda sekarang, tak hanya peristiwa sejarahnya meski, kata Ridhani, data yang dimilikinya untuk menulis buku ini masih minim.

Laksamana TNI (Purn) Sudomo, salah satu pelaku sejarah dalam pembebasan Irian Barat, menambahkan, buku ini baik untuk dibaca oleh generasi muda. "Buku ini baik bagi generasi muda untuk mengetahui sejarah yang kita punyai mengenai Irian Barat," ujar Sudomo di sela-sela bedah buku ini.

"Semoga buku ini bermanfaat bagi generasi muda sehingga dapat mengambil teladan dari kepemimpinan Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat, Soeharto," kata Ridhani.


Editor :