Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jannus TH Siahaan
Doktor Sosiologi

Doktor Sosiologi dari Universitas Padjadjaran. Pengamat sosial dan kebijakan publik. Peneliti di Indonesian Initiative for Sustainable Mining (IISM). Pernah berprofesi sebagai Wartawan dan bekerja di industri pertambangan.

El Nino, Bansos, dan Lonjakan Harga Beras

Kompas.com - 24/02/2024, 07:10 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

HARGA beras kian menggila. Bahkan di beberapa lokasi di luar pulau Jawa, harga beras premium terpantau sampai sempat menyentuh level Rp 17.000 per kg, level harga yang nyaris tak terbayangkan akan tercapai di tahun ini.

Namun secara umum, harga rata-rata nasional beras memang jauh lebih mahal dibandingkan level harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Panel Harga Badan Pangan mencatat, harga beras pada Jumat (22/2/2024), bertengger di level Rp 16.270 per kg untuk varian premium. Sementara untuk beras medium berada di level Rp 14.210 per kg.

Sebagai perbandingan, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional No. 7/2023, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras berlaku sejak Maret 2023 adalah Rp 10.900/kg untuk beras medium, sedangkan beras premium sebesar Rp 13.900/kg untuk Zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi.

Lalu HET beras di Zona 2 meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumsel, lalu NTT, dan Kalimantan dipatok Rp 11.500/kg untuk varian medium dan untuk varian beras premium sebesar Rp 14.400/kg.

Di Zona ke-3 meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp 11.800/kg, dan untuk beras premium sebesar Rp 14.800/kg.

Jadi lonjakan harga beras memang sudah sangat tinggi, mencerminkan betapa pasokan sudah tidak seimbang lagi dibandingkan dengan kondisi permintaan.

Apalagi saat ini sudah mendekati masa-masa puncak permintaan. Pasalnya, pada bulan Maret dan April akan ada momen Ramadhan dan Lebaran.

Padahal sebenarnya dalam kondisi normal, terutama dua tahun terakhir, Ramadhan dan Lebaran di bulan Maret dan April tidak akan terlalu terjadi gejolak harga beras, karena bersamaan dengan masa panen raya yang juga terjadi di bulan yang sama.

Masalahnya musim kemarau yang panjang dan kebijakan bansos pemerintah membuat pasokan optimal semakin sulit dipenuhi.

Nyatanya memang sejak pertengahan tahun 2023 lalu, pemerintah terkesan setengah hati dalam mengatasi fluktuasi harga beras.

Jauh hari sebelum akhir 2023, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah berkali-kali mengingatkan bahwa El Nino akan berlangsung lama, tapi pemerintah kurang responsif menanggapinya dengan cara aktif dalam memastikan sumber pasokan.

Setelah berhasil mendapatkan komitmen impor beras dari China dan beberapa negara lain menjelang akhir tahun, pemerintah terpantau sempat cukup berhasil menahan kenaikan harga di akhir tahun. Namun gagal dalam membawa harga kembali ke level normal.

Harga berhenti naik pada level yang terbilang cukup tinggi, sehingga mau tak mau menggerus daya beli masyarakat. Pasalnya, tidak ada lagi beras dengan harga di bawah Rp 11.000 per kg di pasaran beberapa bulan sebelum akhir tahun.

Padahal sebelum masalah pasokan mengemuka, masih banyak beredar beras untuk kalangan menengah ke bawah di pasaran dengan kisaran harga Rp 8.500 - Rp 10.000.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 20 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 20 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi 'Amicus Curiae' di MK

TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi "Amicus Curiae" di MK

Nasional
Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Nasional
Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Nasional
PAN Minta 'Amicus Curiae' Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

PAN Minta "Amicus Curiae" Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

Nasional
KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

Nasional
Pendukung Prabowo-Gibran Akan Gelar Aksi di MK Kamis dan Jumat Besok

Pendukung Prabowo-Gibran Akan Gelar Aksi di MK Kamis dan Jumat Besok

Nasional
Menteri PAN-RB Enggan Komentari Istrinya yang Diduga Diintimidasi Polisi

Menteri PAN-RB Enggan Komentari Istrinya yang Diduga Diintimidasi Polisi

Nasional
Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Juga Dilaporkan Korban ke Puspom TNI

Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Juga Dilaporkan Korban ke Puspom TNI

Nasional
LPSK Berikan Perlindungan Fisik kepada Eks Ajudan dan Sopir Syahrul Yasin Limpo

LPSK Berikan Perlindungan Fisik kepada Eks Ajudan dan Sopir Syahrul Yasin Limpo

Nasional
Menko PMK Sebut Pembangunan 'Buffer Zone' Pelabuhan Merak Terhambat Pembebasan Lahan

Menko PMK Sebut Pembangunan "Buffer Zone" Pelabuhan Merak Terhambat Pembebasan Lahan

Nasional
Pemerintah Bakal Rekrut 200.000 CASN untuk Ditempatkan di IKN

Pemerintah Bakal Rekrut 200.000 CASN untuk Ditempatkan di IKN

Nasional
MK: Amicus Curiae yang Diserahkan Setelah Tanggal 16 April Tak Jadi Pertimbangan dalam RPH

MK: Amicus Curiae yang Diserahkan Setelah Tanggal 16 April Tak Jadi Pertimbangan dalam RPH

Nasional
Ungkit Prabowo-Gibran Selalu Dituding Curang, TKN: Kami Sulit Menahan Pendukung untuk Tidak Reaktif

Ungkit Prabowo-Gibran Selalu Dituding Curang, TKN: Kami Sulit Menahan Pendukung untuk Tidak Reaktif

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com