Kompas.com - 04/08/2022, 15:34 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat tak ingin buru-buru menentukan langkah politiknya untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebutkan, pihaknya masih mengkaji banyak hal sebelum memutuskan posisi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kontestasi elektoral itu.

“Karena berbicara calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) bukan berbicara mengenai nasib AHY atau Partai Demokrat semata, melainkan nasib bangsa ke depan,” kata Herzaky pada Kompas.com, Kamis (4/8/2022).

Ia menanggapi prediksi sejumlah pengamat mengenai kans AHY untuk berkompetisi dalam Pilpres 2024.

Baca juga: AHY: Berapa Pun Jumlah Poros Bisa Menimbulkan Polarisasi

Ia mengatakan, Demokrat tak mau banyak berandai-andai soal Pilpres 2024.

Sebab, saat ini Partai Demokrat fokus pada upaya pembentukan koalisi antar-partai politik (parpol).

“Tapi untuk memantapkan upaya membangun koalisi yang benar-benar solid dan kuat sebagai pondasi memajukan capres-cawapres yang bakal memperjuangkan perubahan dan perbaikan untuk rakyat di 2024 nanti,” kata dia.

Herzaky menyampaikan, Partai Demokrat akan terus mendengarkan dan mengkaji berbagai masukan publik soal AHY.

Menurut dia, pendapat publik adalah salah satu elemen penting untuk mempertimbangkan langkah politik Partai Demokrat.

“Kami mesti benar-benar mendalami dan meresapi ini, karena kami tidak ingin salah langkah,” ujar dia.

Baca juga: Pernah Jadi Tentara dan Berasal dari Keluarga Presiden Jadi Modal AHY dalam Kontestasi Pilpres 2024

Partai Demokrat tengah mesra dengan Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Namun, hingga kini ketiganya belum menemukan kesepakatan kerja sama antar parpol untuk menghadapi Pemilu 2024.

Di sisi lain, muncul wacana memadukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan AHY dalam Pilpres 2024.

Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi menilai, duet tersebut sangat mungkin terjadi.

Sebab, Anies merupakan salah satu kandidat capres yang bakal diusung Partai Nasdem selain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Sementara itu, Partai Demokrat juga bakal menjagokan ketua umumnya untuk maju di panggung pilpres.

Baca juga: Demokrat Klaim Banyak Kader Ingin AHY Jadi Capres pada Pemilu 2024, tapi...

Adapun PKS tidak memiliki posisi tawar yang tinggi terkait sosok capres atau cawapres jika bergabung dengan dua parpol tersebut.

Ari pun menyarankan jika koalisi ketiganya terbentuk untuk pilpres mendatang, AHY lebih baik maju sebagai cawapres mendampingi Anies.

Alasannya, pengalaman politik putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu belum lengkap karena tak pernah menjadi pejabat publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPP Sebut Ganjar Tidak Pernah Lepas dari PDI-P

Ketua DPP Sebut Ganjar Tidak Pernah Lepas dari PDI-P

Nasional
Nasdem Umumkan Calon Presiden dan Paket Koalisi pada November

Nasdem Umumkan Calon Presiden dan Paket Koalisi pada November

Nasional
Viral Video Kamar Mewah Disebut Ruang Tahanan Ferdy Sambo, Polri Sebut Itu Hoaks

Viral Video Kamar Mewah Disebut Ruang Tahanan Ferdy Sambo, Polri Sebut Itu Hoaks

Nasional
Kuasa Hukum Akan Minta Jaksa Tak Tahan Putri Candrawathi

Kuasa Hukum Akan Minta Jaksa Tak Tahan Putri Candrawathi

Nasional
PKS Komunikasi dengan Golkar, PPP Bocorkan Syarat Gabung KIB

PKS Komunikasi dengan Golkar, PPP Bocorkan Syarat Gabung KIB

Nasional
PPP Tak Resisten Jika PKS Mau Bergabung ke KIB

PPP Tak Resisten Jika PKS Mau Bergabung ke KIB

Nasional
Kementerian KP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform untuk Sukseskan Ekonomi Biru

Kementerian KP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform untuk Sukseskan Ekonomi Biru

Nasional
Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK Baru Berharta Rp 8,9 Miliar

Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK Baru Berharta Rp 8,9 Miliar

Nasional
PKS Komunikasi dengan Golkar, PAN Yakin Arahnya ke KIB

PKS Komunikasi dengan Golkar, PAN Yakin Arahnya ke KIB

Nasional
Johanis Tanak Lolos 'Fit and Proper Test', Firli Bahuri: Selamat Bergabung dalam Barisan KPK

Johanis Tanak Lolos "Fit and Proper Test", Firli Bahuri: Selamat Bergabung dalam Barisan KPK

Nasional
Jadi Pengacara Sambo dan Istri, Febri Diansyah Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J di Magelang

Jadi Pengacara Sambo dan Istri, Febri Diansyah Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J di Magelang

Nasional
UPDATE 28 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,93 Persen, Ketiga 27,03 Persen

UPDATE 28 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,93 Persen, Ketiga 27,03 Persen

Nasional
Kejagung Perkirakan Penyusunan Surat Dakwaan Ferdy Sambo dkk Selesai Seminggu

Kejagung Perkirakan Penyusunan Surat Dakwaan Ferdy Sambo dkk Selesai Seminggu

Nasional
Janji Objektif Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah: Tidak Menyalahkan yang Benar dan Membenarkan yang Salah

Janji Objektif Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah: Tidak Menyalahkan yang Benar dan Membenarkan yang Salah

Nasional
Febri Diansyah Sebut Ferdy Sambo Menyesal Emosional saat Pembunuhan Brigadir J

Febri Diansyah Sebut Ferdy Sambo Menyesal Emosional saat Pembunuhan Brigadir J

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.