Kompas.com - 16/06/2022, 09:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyebut reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (15/6/2022) kemarin, penuh dengan muatan politik.

Agung menyayangkan penunjukan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menjadi Menteri Perdagangan (Mendag) dan tak dirombaknya menteri bidang perekonomian lain.

"Sayangnya muatan politik tampak mendominasi ketika Ketua Umum PAN Zulkifi Hasan ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan dan menteri-menteri bidang perekonomian luput dari pergantian," ujar Agung dalam keterangannya, Kamis (16/6/2022).

Agung menjelaskan, sejatinya reshuffle kabinet menjadi sebuah agenda publik.

Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, mengemuka beragam permasalahan ekonomi, terutama soal stabilitas harga-harga kebutuhan pokok.

Kemudian, yang paling heboh adalah terjadinya kelangkaan minyak goreng disertai harga yang membumbung tinggi hingga saat ini.

Baca juga: Akrabnya Jokowi dan Megawati Saat Reshuffle Kabinet Indonesia Maju di Istana

"Drama reshuffle menjadi antiklimaks karena nalar politik di atas kepentingan publik yang sudah semestinya menjadi prioritas. Apalagi tingkat kepuasan terhadap pemerintah bergerak fluktuatif di kisaran 58-68 persen berdasarkan temuan survei berbagai lembaga kredibel," tuturnya.

Agung mengatakan, apabila permasalahan itu tak disikapi secara profesional, maka tinggal menunggu waktu tren penurunan kepuasan terhadap pemerintah kembali terjadi.

Lebih jauh, Agung memandang subtansi soal reshuffle tidak bisa terhindar dari agenda politik yang terus bergulir menjelang Pemilu 2024.

"Suka atau tidak, secara internal Presiden Jokowi dituntut untuk menjaga stabilitas politik agar program-program pemerintah berlangsung efektif sehingga yang diganti adalah para menteri dari non-parpol. Harmoni ini menjadi awalan positif agar saat menyambut momentum 2024, Presiden Jokowi bisa turut berpartisipasi baik di panggung depan maupun belakang," kata Agung.

Kemudian, kata Agung, poros koalisi juga sudah mulai terbentuk dengan Golkar-PAN-PPP bersatu menjadi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Baca juga: Susunan Kabinet Indonesia Maju Terbaru Pasca-reshuffle Juni 2022

Dia menduga kehadiran koalisi ini adalah buah dari tangan dingin Jokowi. Selain itu, peluang terbentuknya koalisi lain juga ada.

"Misalnya berhasil digagas mandiri oleh PDI-P. kemudian manuver PKB bersama PKS yang membutuhkan minimal 1 tambahan mitra koalisi tercapai dengan Gerindra atau bersama Nasdem-Demokrat, untuk memenuhi ambang batas pilpres (presidential threshold)," bebernya.

"Artinya mitra koalisi yang berada dalam kabinet menanti arahan strategis dari Presiden Jokowi agar lakon yang dijalani seirama mulai sebelum, selama, dan sesudah Pemilu 2024," sambung Agung.

Sementara itu, Agung meyakini Jokowi masih menjadi tokoh sentral yang memainkan peranan vital dalam pembentukan poros koalisi, termasuk pasangan capres dan cawapresnya.

Karena, lanjut Agung, beberapa anggota menteri menjadi kandidat, dan dalam beberapa kesempatan Jokowi turut memberikan restu.

"Hubungan timbal-balik semacam ini bagi para menteri maupun bukan menteri penting, agar jalan mereka menuju arena pilpres berlangsung lancar. Sementara di sisi Presiden Jokowi, kepentingannya agar program-program yang ia jalankan selama ini bisa terus berlanjut (legacy)," terangnya.

Baca juga: Reshuffle dan Jamuan Makan Siang Jokowi untuk Tujuh Ketum Partai Politik

Dia juga menyarankan partai-partai yang berada di luar pemerintahan seperti PKS dan Demokrat untuk memanfaatkan momen, di mana saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menjalankan mekanisme skema pengawasan yang efektif.

Hal ini dilakukan agar kinerja Kabinet Indonesia Maju semakin lebih baik. Apabila pengawasan sukses dijalankan, ujung-ujungnya partai juga bakal menerima insentif elektoral.

"Publik harus siap secara lahir batin memasuki tahun politik. Sehingga menuntut kedewasaan dalam menyikapi setiap perbedaan demi menghindari terjadinya pembelahan sosial seperti dua pemilu sebelumnya. Di saat yang sama juga ‘harus maklum’ ketika problem ekonomi semakin kompleks," imbuh Agung.

Presiden Jokowi melantik Zulhas menjadi Mendag menggantikan Muhammad Lutfi. Sementara, eks Panglima TNI Marsekal (Purnawirawan) Hadi Tjahjanto ditunjuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggantikan Sofyan Djalil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Gempa Cianjur 27 November: Total Korban Meninggal 321 Orang, 11 Hilang

UPDATE Gempa Cianjur 27 November: Total Korban Meninggal 321 Orang, 11 Hilang

Nasional
Pengamat Sebut Jokowi Ingin 'Happy Ending', yang Diusung Capres 2024 'All Jokowi's Man'

Pengamat Sebut Jokowi Ingin "Happy Ending", yang Diusung Capres 2024 "All Jokowi's Man"

Nasional
Pengamat Sebut Pernyataan Jokowi Pemimpin 'Berambut Putih' Dukungan ke Ganjar, Etis atau Tidak?

Pengamat Sebut Pernyataan Jokowi Pemimpin 'Berambut Putih' Dukungan ke Ganjar, Etis atau Tidak?

Nasional
'Fit And Proper Test' Calon Panglima TNI di DPR Diharapkan Obyektif

"Fit And Proper Test" Calon Panglima TNI di DPR Diharapkan Obyektif

Nasional
Temui Korban Gempa Cianjur, Mendag Zulhas Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 500.000 per KK

Temui Korban Gempa Cianjur, Mendag Zulhas Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 500.000 per KK

Nasional
Kerap Singgung Kriteria Capres, Jokowi Disebut Ingin Jadi 'King Maker' Pilpres 2024

Kerap Singgung Kriteria Capres, Jokowi Disebut Ingin Jadi "King Maker" Pilpres 2024

Nasional
Pengamat Sebut Dukungan Jokowi ke Prabowo Ibarat 'Prank', yang Sebenarnya adalah ke Ganjar

Pengamat Sebut Dukungan Jokowi ke Prabowo Ibarat "Prank", yang Sebenarnya adalah ke Ganjar

Nasional
Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Pranowo Teratas, Disusul Prabowo dan Anies Baswedan

Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Pranowo Teratas, Disusul Prabowo dan Anies Baswedan

Nasional
Tim Gabungan Distribusikan Bantuan ke 2 Kecamatan Terdampak Gempa Cianjur

Tim Gabungan Distribusikan Bantuan ke 2 Kecamatan Terdampak Gempa Cianjur

Nasional
Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya, Polri Berada di Bawah DPR

Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya, Polri Berada di Bawah DPR

Nasional
Di Bawah Guyuran Hujan, Mensos Sisir Korban Gempa Cianjur di Area yang Sulit Dijangkau

Di Bawah Guyuran Hujan, Mensos Sisir Korban Gempa Cianjur di Area yang Sulit Dijangkau

Nasional
PKS Sebut Tampilan Fisik Tak Ada Kaitannya dengan Kemampuan Memimpin Bangsa

PKS Sebut Tampilan Fisik Tak Ada Kaitannya dengan Kemampuan Memimpin Bangsa

Nasional
Jusuf Kalla Sebut PMI Akan Lipat Gandakan Pasokan Air Bersih di Cianjur

Jusuf Kalla Sebut PMI Akan Lipat Gandakan Pasokan Air Bersih di Cianjur

Nasional
ICW Ungkap Konsorsium Pemenang Tender BTS Kemenkominfo yang Diusut Kejagung

ICW Ungkap Konsorsium Pemenang Tender BTS Kemenkominfo yang Diusut Kejagung

Nasional
Kritik Jokowi Kerahkan Relawan, Demokrat: Presiden Fokus Kerja Saja daripada Urus Capres 2024

Kritik Jokowi Kerahkan Relawan, Demokrat: Presiden Fokus Kerja Saja daripada Urus Capres 2024

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.