Kompas.com - 23/01/2022, 11:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menyarankan pemerintah kembali meningkatkan ketentuan kerja dari rumah atau work from home (WFH) seiring lonjakan kasus Covid-19, terutama terkait penularan varian Omicron.

Ia juga menyarankan agar pemerintah menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen untuk mencegah penularan pada anak-anak.

"PTM ini tidak bisa tidak, selama masa krisis, PTM ini ditunda dulu. Online dulu karena berbahaya. Termasuk yang WFH, harus ditingkatkan, mau itu 50 persen, 25 persen, tapi harus dilakukan karena itu yang akan membantu," kata Dicky, ketika dihubungi, Minggu (23/1/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia per Jumat (21/1/2022) bertambah menjadi 1.161 kasus.

Kemudian, pada Sabtu (22/1/2022), Indonesia mencatatkan penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 3.205 kasus.

Jumlah tersebut merupakan rekor penambahan kasus Covid-19 terbanyak sejak 3,5 bulan terakhir.

Di sisi lain, Indonesia juga mencatatkan dua kasus kematian pasien Covid-19 akibat varian Omicron.

Dicky mengatakan, pemerintah harus segera mengejar cakupan vaksinasi untuk lansia lantaran capaian vaksinasi hingga dosis kedua untuk kelompok tersebut masih rendah.

Lansia juga memiliki kecenderungan tingkat kerawanan tertular Covid-19 yang lebih tinggi ketimbang kelompok usia lain.

"Saat ini, itu ada kurang lebih 40 persen atau 30 persen kelompok rawan yang belum divaksin, dan ini bicara vaksin lengkap dua dosis," ucap Dicky.

Baca juga: Kasus Omicron di Jakarta Kian Melonjak, Puncaknya Diprediksi Maret 2022


Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.