Kompas.com - 19/11/2021, 05:55 WIB

Membacakan nota pembelaan, RJ Lino mengaku keluarganya merasakan dampak dari statusnya sebagai tersangka.

Namun ia tak ambil pusing, karena orang-orang terdekatnya percaya ia tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Baca juga: RJ Lino Merasa Kebijakannya dalam Pengadaan QCC di Pelindo II Bukan Kesalahan

Kondisi itu berubah ketika, di tahun 2019, sepulang sekolah, cucunya bertanya tentang status hukum RJ Lino.

“Cucu saya sewaktu kembali dari sekolah menayakan pada saya, ‘ Opa apa itu koruptor? Apa betul Opa akan ditangkap dan dimasukkan jail karena Opa koruptor?’,” tutur dia.

Sejak peristiwa itu, RJ Lino mulai mempertanyakan kelanjutan proses penyidikan KPK atas perkaranya.

“Saya katakan kalau KPK punya bukti yang cukup segera tahan saya, supaya status saya jelas dan agar tidak mati secara perdata,” sebutnya.

Diminta Jokowi mundur

Empat hari pasca penetapan tersangka, lanjut RJ Lino, Menteri BUMN periode 2014-2019 Rini Sumarno memanggilnya.

Dalam pertemuan itu, Rini menyampaikan pesan bahwa Jokowi minta RJ Lino segera mengundurkan diri.

RJ Lino memilih dipecat ketimbang mengundurkan diri, cara itu dianggapnya lebih terhormat.

Baca juga: RJ Lino Mengaku Pernah Dipanggil Rini Soemarno, Diminta Jokowi Mundur

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.