Kompas.com - 15/09/2021, 16:09 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di acara International Seminar on Quranic Studies yang digelar oleh PTIQ Jakarta, Selasa (1/6/2021) secara virtual. Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Ma'ruf Amin di acara International Seminar on Quranic Studies yang digelar oleh PTIQ Jakarta, Selasa (1/6/2021) secara virtual.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan, protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) telah menjadi standar destinasi wisata pada masa pandemi Covid-19.

"Dalam penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan di masa pandemi ini, pemerintah telah menetapkan CHSE," kata Ma'ruf, dalam Hybrid Event Leaders Summit Asia-Global Tourism Forum (GTF) 2021, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Wapres: Pandemi Covid-19 Jadi Tantangan Bagi Sektor Pariwisata

CHSE merupakan sertifikasi protokol kesehatan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang diberikan kepada beragam jenis usaha industri pariwisata.

Sertifikasi tersebut merupakan salah satu strategi untuk menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Usaha pariwisata yang sudah memiliki sertifikat CHSE artinya telah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ma'ruf meminta seluruh pemangku kepentingan, pelaku usaha di sektor pariwisata, dan wisatawan, bersedia melaksanakan protokol kesehatan berbasis CHSE.

Baca juga: Dalam Pemulihan Sektor Pariwisata, Pemerintah Tetap Prioritaskan Aspek Kesehatan dan Keselamatan

Ia mengatakan, pemerintah tetap memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan dalam pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat membantu pemulihan ekonomi meskipun akibat pandemi turut mengalami kerugian.

"Dalam upaya pemulihan pariwisata tahun 2021, pemerintah Indonesia tetap memberikan prioritas pada aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat," kata Ma'ruf.

Data Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) menunjukkan, jumlah wisatawan internasional menurun 74 persen secara global dengan kehilangan potensi pendapatan mencapai 1,3 triliun dollar AS.

Selain itu, 100-120 juta pekerja pariwisata juga tercatat harus kehilangan pekerjaan. Di wilayah Asia dan Pasifik, kata dia, penurunan paling drastis terjadi yakni mencapai 84 persen.

Untuk Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2020 hanya mencapai 4,02 juta kunjungan atau turun 75,03 persen dibandingkan 2019 yang tercatat 16,11 juta kunjungan.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.