Kompas.com - 26/08/2021, 12:39 WIB

KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Kementerian KP berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang KP.

Salah satu caranya dengan menyelenggarakan pendidikan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana Teaching Factory (TEFA), guna mencetak lulusan unggul dan berjiwa wirausaha.

Dengan begitu, peserta didik akan merasakan langsung lingkungan dan suasana kerja baik di sektor budidaya perikanan, pengolahan, maupun kapal penangkap ikan.

Oleh karenanya, Kementerian KP telah memiliki pendidikan tinggi yang menerapkan pendidikan vokasi di bidang KP, sehingga setiap lulusan akan siap kerja dan diterima dengan mudah di dunia usaha dan industri.

Dia mengatakan itu saat mengukuhkan 1.210 wisudawan dari satuan pendidikan tinggi lingkup Kementerian KP yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, secara daring, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Berdayakan Rumput Laut dan Limbah Perikanan, Kementerian KP Kembangkan Pupuk Hayati

“Dunia usaha dan industri akan tumbuh jika sumber daya manusianya unggul, berkembang dan berkualitas sesuai yang diperlukan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Maka dari itu, lanjut Trenggono, peningkatan SDM KP menjadi prioritas dalam membangun sektor KP di Indonesia.

Dia berharap, bekal dan pengalaman nyata yang ditempuh di dunia pendidikan mampu mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, ilmu, dan keterampilan.

“Peningkatan kualitas dan kompetensi SDM yang berkapasitas, eksplorasi bahan mentah menjadi pengolahan, peningkatan nilai tambah dari sumber daya alam, dan inovasi teknologi sebagai alat bantu yang dapat memproduksi nilai tambah merupakan transformasi paradigma yang menjadi fokus pemerintah saat ini,” paparnya.

Baca juga: Lewat Teaching Factory, Kementerian KP Cetak Wirausaha Muda di Kampus Vokasi

Trenggono menambahkan, Kementerian KP terus pula meningkatkan akses dan alokasi pendidikan bagi anak nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, dan petambak garam.

Saat ini, minimal 50 persen dari total jumlah peserta didik merupakan anak pelaku usaha kelautan dan perikanan. Jumlah ini akan terus meningkat dengan memperhatikan keterwakilan asal peserta didik dari tiap kabupaten atau kota dan provinsi.

Menurutnya, SDM yang tangguh sangat diperlukan dalam mendukung tiga program prioritas Kementerian KP untuk keberlanjutan sumber daya laut dan perikanan nasional.

Adapun tiga program prioritas itu adalah peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap.

Peningkatkan ini diperlukan untuk meningkatkan pula kesejahteraan nelayan melalui Kebijakan Penangkapan Terukur di setiap Wilayah Pengelolaan Perikanan.

Kedua, menggerakkan perikanan budidaya untuk peningkatan ekonomi masyarakat yang didukung riset kelautan dan perikanan untuk keberlangsungan sumber daya laut dan perikanan darat.

Baca juga: Ciptakan SDM Terampil di Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Gelar Berbagai Pelatihan

Ketiga, mengembangkan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal di sejumlah daerah Indonesia.

Satuan pendidikan tinggi kelautan dan perikanan berperan mempersiapkan SDM yang berintegritas, produktif, kreatif, dan inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pencapaian program terobosan tersebut,” tuturnya.

Lebih khusus lagi, imbuh Trenggono, pendidikan tinggi juga diharapkan mengimplementasikan ekonomi biru dalam pengelolaan biodiversitas laut dengan menjaga alam dan keberlanjutan produksi.

Pembinaan karakter dan kompetensi

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Bambang Suprakto mengatakan, sistem pendidikan KP menitikberatkan pada pembinaan karakter peserta didik dan peningkatan kompetensi.

Baca juga: Menteri Trenggono Minta Politeknik Kementerian KP Perkuat Potensi Wirausaha Peserta Didik

“Hal itu dilakukan melalui praktik di sarana TEFA yang dimiliki masing-masing satuan pendidikan, praktik dan magang di industri dan dunia usaha, serta pembelajaran kewirausahaan yang terintegrasi dengan kurikulum dan sertifikasi kompetensi,” ujarnya mewakili Pelaksana Tugas Kepala Badan Riset dan SDM KP Kusdiantoro.

Dia menyebutkan, sejak awal 2020, satuan pendidikan di lingkungan KP melaksanakan pembelajaran dengan protokol kesehatan sesuai dengan rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di masing-masing daerah.

Pembelajaran tatap muka berkisar antara 30-50 persen dari jumlah peserta didik, sedangkan yang lainnya melakukan pembelajaran daring dari rumah dan industri.

Bambang mengatakan, pembelajaran tatap muka diutamakan untuk kegiatan praktik baik di lokakarya dan lahan praktik berbasis TEFA. Tujuannya agar kompetensi peserta didik tetap tercapai.

Baca juga: Jaga Sektor Kelautan dan Perikanan, Menteri KP Bekali BROL Jembrana dengan Teknologi Mumpuni

“Selain pembelajaran secara daring, pembelajaran juga dilaksanakan melalui kelas zonasi yang lokasinya di wilayah yang terdekat dengan tempat tinggal peserta didik,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Bambang memaparkan, jumlah satuan pendidikan lingkup Kementerian KP sebanyak 23 satuan pendidikan, terdiri dari sembilan Sekolah Usaha Perikanan Menengah, dan 14 satuan pendidikan tinggi.

Satuan pendidikan tinggi terdiri dari satu Akademi Komunitas Program Diploma I, 12 Politeknik KP Program Diploma III, serta satu Politeknik Ahli Usaha Perikanan Program Diploma IV dan Program Magister Terapan.

Jumlah lulusan pendidikan kelautan dan perikanan sejak berdiri sampai sekarang sebanyak 50.973 orang. Jumlah lulusan pendidikan tinggi dan menengah pada tahun akademik 2020-2021 mencapai 2.445 orang.

Sebagai informasi, wisuda pendidikan tinggi tersebut disiarkan secara langsung di kanal Youtube Kementerian KP. Masyarakat dapat menyaksikannya lewat tautan youtu.be/0Mtget6nlqo.

Baca juga: Tingkatkan Minat Konsumsi Ikan, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan di Kapuas Hulu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Bumi di Garut, BMKG: Aktivitas Gempa Menengah, dari Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Gempa Bumi di Garut, BMKG: Aktivitas Gempa Menengah, dari Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Nasional
Jokowi Minta Guru Perhatikan 3 Hal ini Saat Mendidik Siswa

Jokowi Minta Guru Perhatikan 3 Hal ini Saat Mendidik Siswa

Nasional
Minta Kader Tunggu Keputusan Mega soal Capres-Cawapres, Hasto: Sambil Menunggu, Satukan Diri dengan Kekuatan Rakyat

Minta Kader Tunggu Keputusan Mega soal Capres-Cawapres, Hasto: Sambil Menunggu, Satukan Diri dengan Kekuatan Rakyat

Nasional
Update Gempa Cianjur: Jumlah Rumah Rusak Kini Capai 35.601 Unit, yang Rusak Berat Ada 7.818

Update Gempa Cianjur: Jumlah Rumah Rusak Kini Capai 35.601 Unit, yang Rusak Berat Ada 7.818

Nasional
PDI-P: Menggerakkan Ekonomi Rakyat Jauh Lebih Penting daripada Memanaskan Politik Nasional

PDI-P: Menggerakkan Ekonomi Rakyat Jauh Lebih Penting daripada Memanaskan Politik Nasional

Nasional
Megawati Minta Kadernya Tak Lupa Pada Rakyat saat Menjabat

Megawati Minta Kadernya Tak Lupa Pada Rakyat saat Menjabat

Nasional
Potensi Ganjar Diusung Capres oleh KIB, Zulhas: Sangat Prospek

Potensi Ganjar Diusung Capres oleh KIB, Zulhas: Sangat Prospek

Nasional
Kelola Penerbangan dengan Baik Saat KTT G20, Anggota Komisi VI DPR RI Puji Airnav

Kelola Penerbangan dengan Baik Saat KTT G20, Anggota Komisi VI DPR RI Puji Airnav

Nasional
Draft Akhir RKUHP: Hina Pemerintah hingga DPR Bisa Dipidana 1,5 Tahun

Draft Akhir RKUHP: Hina Pemerintah hingga DPR Bisa Dipidana 1,5 Tahun

Nasional
Jokowi ke Guru: Jangan Sampaikan Ilmu yang Sudah Usang kepada Anak

Jokowi ke Guru: Jangan Sampaikan Ilmu yang Sudah Usang kepada Anak

Nasional
Menuju Pemilu 2024, PDI-P Minta Kadernya Mulai Dekati Masyarakat

Menuju Pemilu 2024, PDI-P Minta Kadernya Mulai Dekati Masyarakat

Nasional
Nadiem Makarim: Tahun Ini, 320.000 Guru Honorer Akan Diangkat Jadi PPPK

Nadiem Makarim: Tahun Ini, 320.000 Guru Honorer Akan Diangkat Jadi PPPK

Nasional
Nadiem Makarim: Tahun Depan, Gaji dan Tunjangan Guru PPPK Bakal Ditransfer Langsung

Nadiem Makarim: Tahun Depan, Gaji dan Tunjangan Guru PPPK Bakal Ditransfer Langsung

Nasional
Wapres: Kehadiran Provinsi Baru di Papua Menuntut Master Plan Baru Transportasi

Wapres: Kehadiran Provinsi Baru di Papua Menuntut Master Plan Baru Transportasi

Nasional
Perhatikan Penyandang Disabilitas Pengungsi Gempa Cianjur, Kemensos Bagikan Alat Bantu

Perhatikan Penyandang Disabilitas Pengungsi Gempa Cianjur, Kemensos Bagikan Alat Bantu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.