Gelitik Iklan Politik dan Baliho Puan Maharani

Kompas.com - 21/07/2021, 13:59 WIB
Puan Maharani, dalam sesi wawancara khusus di kantornya saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jumat (31/10/2014). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIANPuan Maharani, dalam sesi wawancara khusus di kantornya saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jumat (31/10/2014).

BELAKANGAN, langkah-langkah politik Puan Maharani kerap mengundang atensi. Sebagai putri Ketua Umum PDI Perjuangan, Puan akan selalu menjadi pusat perhatian. Lebih-lebih menjelang kontestasi Pilpres 2024, atensi terhadap mbak Puan kian berlipat.

Kemunculan baliho Puan Maharani di berbagai wilayah Indonesia, berikut iklan yang terpasang di sebuah media massa nasional kian menempatkan sosoknya sebagai magnitude.

Serangkaian asumsi serta opini bermunculan. Publik terhenyak dengan gebrakan seorang Puan Maharani. Kemunculan baliho serta iklan Puan Maharani di media massa terkesan mengakselerasi kontestasi pada 2024.

Kontestasinya masih sekira tiga tahun lagi. Namun, kerja-kerja politiknya harus dimulai jauh-jauh hari. Itulah konsekuensi berpolitik. Meski sebutannya politik praktis, kerja-kerja politik selalu berdurasi panjang dan membutuhkan serangkaian tahapan yang diperhitungkan.

Keterkenalan, keterpilihan, dan tingkat penolakan terhadap seorang figur akan selalu menjadi bahan perbincangan serius mendekati tahun pemilihan atau the election year.

Baliho dan iklan politik yang ditampilkan mbak Puan tidak lepas dari pertimbangan untuk meningkatkan keterkenalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melalui baliho serta iklan tersebut, Puan Maharani sedang berusaha menyapa publik secara tidak langsung. Menampilkan citranya dalam wujud gambar dan pesan tertulis agar nantinya membentuk persepsi positif.

Kemunculan iklan dan baliho Puan Maharani belakangan ini merupakan bagian dari komunikasi politiknya, baik selaku Ketua DPR maupun sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan.

Secara politis, kemunculan baliho dan iklan politik di media massa menjadi hal lumrah dilakukan. Ditinjau dari medium komunikasinya, tidak ada medium yang dinilai paling efektif.

Karenanya, pemanfaatan dua medium sekaligus menjadi kelaziman untuk memadukan prinsip komunikasi above the line and below the line.

Tidak semua orang membaca media massa. Untuk itulah medium baliho bisa menjadi pilihan.

Sebaliknya, masih ada sebagian publik Indonesia yang membaca media massa. Para pembaca ini tetap harus disapa. Melalui iklan politik, Puan Maharani berbagi pesan tentang pentingnya menjaga imunitas tubuh di tengah serbuan virus Covid-19.

Memadukan dua pesan

Hal menarik dari kemunculan Puan Maharani melalui medium baliho dan iklan di media massa ialah pada penyajian dua pesan yang berbeda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.