500 Hari Pandemi Covid-19 dan Target 5 Juta Vaksinasi Per Hari dari Jokowi

Kompas.com - 14/07/2021, 06:22 WIB
Warga mengikuti vaksinasi covid-19 yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia di Gudang Darurat Covid-19 PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (12/7/2021). Vaksinasi program ini menargetkan sebanyak 10.000 orang yang akan dicapai dalam 10 hari pelayanan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWarga mengikuti vaksinasi covid-19 yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia di Gudang Darurat Covid-19 PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (12/7/2021). Vaksinasi program ini menargetkan sebanyak 10.000 orang yang akan dicapai dalam 10 hari pelayanan.

Retno mengatakan, Indonesia pada Selasa kembali kedatangan vaksin AstraZeneca melalui jalur multilateral Covax Facility sebanyak 3.476.400 dosis vaksin.

Ini, kata dia, merupakan pengiriman ke delapan vaksin Covid-19 dari jalur multilateral Covax Facility.

Dengan demikian, hingga 13 Juli 2021, Indonesia telah menerima vaksin jadi secara gratis dari jalur multilateral sebesar 14.748.060 dosis.

"Kemarin 12 Juli 2021 Indonesia menerima vaskin Sinovac sejumlah 10.280.000 dosis dalam bentuk curah atau bahan baku, dan siang ini pada pukul 12.05 Indonesia juga telah menerima vaksin Sinopharm berjumlah 1.408.000 dosis vaksin jadi," tuturnya.

Baca juga: Pemerintah Tingkatkan Target Minimal Vaksinasi Jadi 208 Juta Penduduk

Lebih lanjut, Retno mengatakan, beberapa hari ke depan, pemerintah akan menerima dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat yang merupakan pengiriman kedua melalui jalur multilateral Covax Facility.

Selain itu, akan tiba dosis vaksin Covid-19 dari Jepang melalui jalur bilateral.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan dari Uni Emirat Arab ini juga merupakan pengiriman yang kedua," pungkasnya.

Sehingga pada saat ini sudah ada empat jenis vaksin yang diterima Indonesia yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm dan Moderna.

Suplai vaksin menjadi kendala

Selama pelaksanaan sejak Januari hingga saat ini, vaksinasi Covid-19 banyak menemui kendala.

Di antaranya ketersediaan vaksin, persoalan pemerataan akses vaksin hingga sikap masyarakat yang masih enggan divaksin.

Hambatan ini disebut pemerintah harus terus diantisipasi.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, masalah yang dihadapi Indonesia bukan berapa jumlah suntik atau anggarannya tetapi suplai vaksin yang sangat sedikit.

Dia menerangkan, dalam bulan pertama program vaksinasi di awal tahun 2021, vaksin yang didapat Indonesia hanya 3 juta dosis.

Baca juga: Simak, Ini Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 12-17 Tahun di Jakarta Barat

"Itu sebabnya saat (vaksin yang dimiliki) 3 juta dosis sebulan, kita stel 100.000 penyuntikan setiap hari," ungkap Budi dalam webinar bertajuk Eskalasi Covid-19 di Indonesia: Basis Ilmiah, Strategi Pengendalian, dan Kebijakan yang diselenggarakan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) pada Minggu (11/7/2021).

"Nah sekarang bisa 30 juta sebulan, makanya kita genjot ke satu juta (vaksin) sehari."

Kemenkes menargetkan vaksinasi 1 juta suntikan per hari dapat dipertahankan selama bulan Juli ini.

Target tersebut dapat terpenuhi hanya jika suplai vaksin tersedia.

Pemenuhan vaksinasi di setiap daerah pun berbeda. Budi mengatakan, hal ini ditentukan berdasarkan daerah-daerah yang parah dengan angka kasus Covid-19 tinggi.

Bali dan DKI Jakarta adalah dua daerah yang telah mendapat vaksin dosis pertama lebih dari 60 persen.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan, Indonesia saat ini belum dapat memproduksi vaksin sendiri. Oleh karena itu, Indonesia sangat bergantung pada negara-negara pembuat vaksin.

"Kita terbatasnya bukan karena anggaran, tapi negara-negara penghasil vaksin enggak kasih vaksinnya ke kita. Ini seglobal," kata Budi.

Baca juga: Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Individu Tak Hilangkan Hak Publik Peroleh Vaksin Gratis

Ada lima negara pembuat vaksin, yakni Inggris, Rusia, AS, India, dan China.

Kelima negara ini, tutur Budi, jelas lebih mengutamakan vaksinasi untuk masyarakatnya sendiri. Ketika sudah selesai baru diberi untuk negara-negara lain.

Dalam paparannya, Budi menjelaskan, pada bulan Januari 2021 vaksin yang didapat Indonesia hanya 3.000.000 dalam sebulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Dalami Kepemilikan Perusahaan dan Aset Tersangka Kasus Korupsi E-KTP Paulus Tanos

KPK Dalami Kepemilikan Perusahaan dan Aset Tersangka Kasus Korupsi E-KTP Paulus Tanos

Nasional
KPK Imbau Saksi Kasus Korupsi Pengadaan e-KTP Kooperatif Hadiri Pemeriksaan

KPK Imbau Saksi Kasus Korupsi Pengadaan e-KTP Kooperatif Hadiri Pemeriksaan

Nasional
Periksa Eks Dirut PT LEN Industri, KPK Dalami Proses Pembayaran Proyek E-KTP ke Konsorsium Pelaksana

Periksa Eks Dirut PT LEN Industri, KPK Dalami Proses Pembayaran Proyek E-KTP ke Konsorsium Pelaksana

Nasional
Refleksi Akhir Tahun Tentang Perlunya Grand Strategy

Refleksi Akhir Tahun Tentang Perlunya Grand Strategy

Nasional
Varian Omicron Disebut Tak Tingkatkan Keparahan, Kemenkes Tetap Percepat Vaksinasi

Varian Omicron Disebut Tak Tingkatkan Keparahan, Kemenkes Tetap Percepat Vaksinasi

Nasional
Tinjau Hutan Mangrove di Bali, Jokowi: Kepala Negara G20 Nanti Kita Ajak Semua ke Sini

Tinjau Hutan Mangrove di Bali, Jokowi: Kepala Negara G20 Nanti Kita Ajak Semua ke Sini

Nasional
Hillary Lasut, Anggota DPR Termuda, Minta Ajudan ke TNI, Ada Apa?

Hillary Lasut, Anggota DPR Termuda, Minta Ajudan ke TNI, Ada Apa?

Nasional
Periksa Eks Dirut Percetakan Negara, KPK Dalami Posisi Isnu sebagai Leader Konsorsium Pengadaan e-KTP

Periksa Eks Dirut Percetakan Negara, KPK Dalami Posisi Isnu sebagai Leader Konsorsium Pengadaan e-KTP

Nasional
Luhut: Pemberian Booster Vaksin Covid-19 Mulai Januari 2022

Luhut: Pemberian Booster Vaksin Covid-19 Mulai Januari 2022

Nasional
Sahroni Tak Ambil Pusing Penunjukkannya sebagai Ketua Pelaksana Formula E Dianggap Politis

Sahroni Tak Ambil Pusing Penunjukkannya sebagai Ketua Pelaksana Formula E Dianggap Politis

Nasional
Antisipasi Varian Omicron, Pejabat Negara Dilarang ke Luar Negeri

Antisipasi Varian Omicron, Pejabat Negara Dilarang ke Luar Negeri

Nasional
Epidemilog Minta Pemerintah Tracing 14 Hari Sebelum WHO Umumkan Omicron

Epidemilog Minta Pemerintah Tracing 14 Hari Sebelum WHO Umumkan Omicron

Nasional
Arahan Jokowi, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 10 Hari, Berlaku Besok

Arahan Jokowi, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 10 Hari, Berlaku Besok

Nasional
Dukung Tugas Polisi Militer AU, KSAU Serahkan 130 Kendaraan Khusus

Dukung Tugas Polisi Militer AU, KSAU Serahkan 130 Kendaraan Khusus

Nasional
Kepala BRGM Sebut Restorasi Gambut di Kubu Raya, Kalbar Didukung Banyak Pihak

Kepala BRGM Sebut Restorasi Gambut di Kubu Raya, Kalbar Didukung Banyak Pihak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.