Kompas.com - 24/05/2021, 14:01 WIB
Warga lanjut usia (lansia) saat menerima suntikan vaksin Bio Farma di SDN Grogol Selatan 17 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (30/3/2021). Sebanyak 156 warga lansia telah terdaftar untuk menerima vaksin Covid-19 tahap pertama di SDN Grogol Selatan 17 Pagi. Sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai lebih dari 38 juta orang, terdiri dari 17,4 juta petugas layanan publik dan 21,5 juta orang lansia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga lanjut usia (lansia) saat menerima suntikan vaksin Bio Farma di SDN Grogol Selatan 17 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (30/3/2021). Sebanyak 156 warga lansia telah terdaftar untuk menerima vaksin Covid-19 tahap pertama di SDN Grogol Selatan 17 Pagi. Sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai lebih dari 38 juta orang, terdiri dari 17,4 juta petugas layanan publik dan 21,5 juta orang lansia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok usia di atas 50 tahun atau kelahiran minimal 1971, Senin (24/5/2021).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan akun Twitter resmi Kemenkes, vaksinasi ini dilangsungkan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta Kampus Hang Jebat.

"Vaksinasi ini berlaku bagi masyarakat KTP DKI maupun non DKI Jakarta," tulis akun Twitter tersebut, Senin.

Adapun bagi lansia yang ingin mengikuti vaksinasi Covid-19 ini harus melakukan registrasi secara online melalui https://loket.com/event/vaksinbbpk

Baca juga: Serba-serbi Vaksinasi Gotong Royong di Jabodetabek: Jenis hingga Alur Pemberian Vaksin

Sementara itu pelayanan vaksinasi Covid-19 ini dimulai hari Senin sampai Jumat pukul 07.00-16.00 WIB.

Sedangkan, untuk hari Sabtu hanya dapat melayani vaksinasi sampai pukul 12.00 WIB serta hari Minggu atau hari besar tidak melayani vaksinasi.

Adapun syarat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di BBPK Hang Jebat sebagai berikut:

1. Wajib membawa KTP

2. Wajib hadir 15 menit sebelum jadwal kedatangan yang ada di e-voucher. Untuk menghindari kerumunan, jangan datang terlalu cepat atau terlalu terlambat dari jam penjadwalan.

3. Tetap menjaga protokol kesehatan selama di area Vaksinasi.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Hasto tentang Megawati: Pernah Pakai Gips untuk Sambung Tanaman

Cerita Hasto tentang Megawati: Pernah Pakai Gips untuk Sambung Tanaman

Nasional
Pramono Anung: PDI-P Partai yang Punya Sikap Jelas, Tak Asal Beda Saat Jadi Oposisi

Pramono Anung: PDI-P Partai yang Punya Sikap Jelas, Tak Asal Beda Saat Jadi Oposisi

Nasional
Yasonna Klaim PDI-P Tak Hanya Berpikir Politik Kekuasaan, tapi Juga Lingkungan Hidup

Yasonna Klaim PDI-P Tak Hanya Berpikir Politik Kekuasaan, tapi Juga Lingkungan Hidup

Nasional
HUT Ke-75 Megawati, Pramono Anung: Politik Ibu Ketum Jangka Panjang, Tidak Grasa-grusu

HUT Ke-75 Megawati, Pramono Anung: Politik Ibu Ketum Jangka Panjang, Tidak Grasa-grusu

Nasional
2 Kasus Kematian Pasien Omicron di RI, Tanda Bahaya Untuk Orang Berpenyakit Komorbid

2 Kasus Kematian Pasien Omicron di RI, Tanda Bahaya Untuk Orang Berpenyakit Komorbid

Nasional
Hakim dan Panitera Jadi Tersangka Suap, MAKI Desak Kewenangan Komisi Yudisial Diperkuat

Hakim dan Panitera Jadi Tersangka Suap, MAKI Desak Kewenangan Komisi Yudisial Diperkuat

Nasional
Kasus Omicron Terus Bertambah, Epidemiolog Sarankan Pemerintah Kaji Ulang Level PPKM di Jakarta

Kasus Omicron Terus Bertambah, Epidemiolog Sarankan Pemerintah Kaji Ulang Level PPKM di Jakarta

Nasional
Tingginya Risiko Meninggal Dunia Pasien Covid-19 Lansia dan yang Berkomorbid, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi

Tingginya Risiko Meninggal Dunia Pasien Covid-19 Lansia dan yang Berkomorbid, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi

Nasional
Kemenkes Sebut Sesak Napas sebagai Gejala Utama Pasien Varian Omicron yang Meninggal

Kemenkes Sebut Sesak Napas sebagai Gejala Utama Pasien Varian Omicron yang Meninggal

Nasional
Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Nasional
Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Nasional
Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Nasional
Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Nasional
Disebut Masuk Radar Kepala Otorita IKN, Risma: Kepala Daerah yang Arsitek Bukan Cuma Saya

Disebut Masuk Radar Kepala Otorita IKN, Risma: Kepala Daerah yang Arsitek Bukan Cuma Saya

Nasional
Menantu Luhut Jabat Pangkostrad, Pengamat: Fenomena 'President’s Men' Tak Bisa Dihindari...

Menantu Luhut Jabat Pangkostrad, Pengamat: Fenomena "President’s Men" Tak Bisa Dihindari...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.