Kompas.com - 12/04/2021, 10:48 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy di acara Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021). Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy di acara Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta keselamatan korban bencana gempa di Malang, Jawa Timur, jadi prioritas.

Ia mengatakan, kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak harus dipenuhi sebelum menangani persoalan infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat melakukan kunjungan ke Desa Taman Asri dan Desa Wirotaman, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Jawa Timur bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Baca juga: Berada di Lokasi Rawan, Sejumlah Rumah Warga Terdampak Gempa di Malang dan Lumajang Akan Direlokasi

"Jadi sekarang ini yang penting menyelamatkan mereka yang jadi korban, dan menjamin standar minimum hidupnya terpenuhi. Setelah itu baru kita berpikir infrastrukturnya," ujar Muhadjir, dikutip dari siaran pers, Minggu (12/4/2021).

Muhadjir menuturkan, Kementerian Sosial telah menyediakan tempat penampungan sementara untuk warga yang rumahnya terkena dampak cukup parah dan tidak layak.

Nantinya, kata Muhadjir, fasilitas penampungan sementara itu akan dilengkapi dengan tenda besar untuk tempat tidur dan dapur umum.

"Jadi saya minta seluruh warga dengan kondisi rumah rusak parah agar mengungsi di tempat yang sudah disediakan karena gempa susulan kemungkinan masih akan terjadi," kata Muhadjir.

Terkait dengan penanganan bangunan yang terdampak gempa, Muhadjir mengatakan, pemerintah akan fokus pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setelah tahap tanggap bencana berakhir.

Baca juga: Gempa Malang, Risma Saluran 3 Truk Bantuan dan Dirikan Dapur Umum

Kementerian PUPR, kata dia, akan melihat semua dan mengevaluasi adakah bangunan-bangunan yang masih layak dipertahankan atau harus dirobohkan untuk dibangun baru.

Adapun dua desa yang dikunjungi Muhadjir dan Risma merupakan lokasi yang terkena dampak gempa cukup parah di Kabupaten Malang. Wilayah tersebut merupakan lempengan irisan gempa.

Gempa berkekuatan 6.0 magnitudo terjadi di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (10/4/2021). Bahkan pada Minggu (11/4/2021) kembali terjadi gempa susulan berkekuatan 5.1 magnitudo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

Nasional
Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Nasional
UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

Nasional
UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

Nasional
Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Nasional
UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

Nasional
Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Nasional
RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

Nasional
Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X