Menag: Intoleransi Meningkat Saat Kontestasi Politik, Contohnya Pilkada Ahok Vs Anies

Kompas.com - 22/03/2021, 06:22 WIB
Menteri Agama Ri, Yaqut Cholil Qourmas Atau Gus Yaqut, mengatakan masih ada 36 persen masyarakat yang masih meragukan kehalalan vaksin. Hal itu disampikan Menag di Mataram, Kamis sore (10/3/2021) FITRI RMenteri Agama Ri, Yaqut Cholil Qourmas Atau Gus Yaqut, mengatakan masih ada 36 persen masyarakat yang masih meragukan kehalalan vaksin. Hal itu disampikan Menag di Mataram, Kamis sore (10/3/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut bahwa intoleransi masyarakat meningkat ketika ada gelaran kontestasi politik.

Selain itu, radikalisme cenderung mengalami eskalasi.

"Tingkat intoleransi itu meningkat ketika ketemu dengan momentum politik. Ada momentum politik ketemu kemudian meningkatkan sikap intoleran atau radikalisme," kata Yaqut dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia yang digelar daring, Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Menag: Tak Perlu Khawatir Berlebihan, Tren Intoleransi Belum Menjadi Arus Utama

Yaqut mengatakan, setiap kali kontestasi politik digelar, politisasi terhadap agama menjadi marak.

Ia mencontohkan momen Pilkada DKI Jakarta 2017 yang menghadapkan Anies Baswedan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Kala itu, isu-isu agama menjadi dominan dan kerap memancing konflik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kecenderungan yang sama terulang kembali di Pilpres 2019. Hal-hal yang berkaitan dengan isu agama kembali mewarnai persaingan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto saat itu.

"Pasca Pilpres (isu agama) akan turun lagi itu, nanti menjelang Pilpres pasti naik lagi," ujar Yaqut.

Baca juga: PGI dan PGPI Sumbar Sebut Persoalan Wajib Jilbab Hanya Kesalahpahaman, Bukan Intoleransi

Ia mengaku belum menemukan cara untuk mengatasi hal ini. Namun, ia berjanji untuk mencari jalan keluar agar kecenderungan serupa tak terjadi lagi.

"Saya enggak tahu ini perilaku-perilaku semacam ini bagaimana formulasinya untuk menangani. Tapi tentu kita tidak akan putus asa, kita akan cari jalan keluarnya seperti apa," kata dia.

Adapun survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Maret 2021 menemukan bahwa terdapat sejumlah anak muda yang mengaku keberatan jika non-Muslim menjadi kepala daerah atau pemipin negara.

Baca juga: Menag Sebut Mayoritas Muslim Indonesia Setuju dengan Pancasila

Survei ini digelar dengan melibatkan 1.200 responden berusia 17-21 tahun.

Survei dilakukan melalui telepon dan memiliki toleransi kesalahan atau margin of error kurang lebih sebesar 2,9 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Tanggapan Dewas KPK tentang Temuan Ombudsman Terkait TWK KPK

Begini Tanggapan Dewas KPK tentang Temuan Ombudsman Terkait TWK KPK

Nasional
Menkes: RI Akan Terima 258 Juta Dosis Vaksin dari Agustus hingga Desember

Menkes: RI Akan Terima 258 Juta Dosis Vaksin dari Agustus hingga Desember

Nasional
Luhut Akui Reproduksi Kasus Covid-19 di Indonesia Belum Bisa Dibilang Terkendali

Luhut Akui Reproduksi Kasus Covid-19 di Indonesia Belum Bisa Dibilang Terkendali

Nasional
Ini Konstruksi Perkara yang Jerat Rudi Hartono, Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul

Ini Konstruksi Perkara yang Jerat Rudi Hartono, Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul

Nasional
Luhut Klaim Kasus Covid-19 Turun 50 Persen karena PPKM

Luhut Klaim Kasus Covid-19 Turun 50 Persen karena PPKM

Nasional
Menkes: Baru 22 Persen Vaksin yang Diterima, Sisanya pada Agustus-Desember

Menkes: Baru 22 Persen Vaksin yang Diterima, Sisanya pada Agustus-Desember

Nasional
Jokowi: Dalam Kondisi Apapun, Protokol Kesehatan adalah Kunci

Jokowi: Dalam Kondisi Apapun, Protokol Kesehatan adalah Kunci

Nasional
Luhut: PPKM Level 4 Diterapkan di Daerah yang Kasus Kematiannya Naik

Luhut: PPKM Level 4 Diterapkan di Daerah yang Kasus Kematiannya Naik

Nasional
Luhut: Sudah Kami Siapkan 49.000 Tempat Tidur Isolasi Terpusat di Jawa-Bali

Luhut: Sudah Kami Siapkan 49.000 Tempat Tidur Isolasi Terpusat di Jawa-Bali

Nasional
Kasus Covid-19 dan Kematian Tinggi, 4 Daerah Jadi Perhatian Khusus Pemerintah Pusat

Kasus Covid-19 dan Kematian Tinggi, 4 Daerah Jadi Perhatian Khusus Pemerintah Pusat

Nasional
 Luhut: Varian Delta Sangat Cepat Membuat Saturasi Oksigen Pasien Covid-19 Menurun

Luhut: Varian Delta Sangat Cepat Membuat Saturasi Oksigen Pasien Covid-19 Menurun

Nasional
Luhut Klaim Pemenuhan Oksigen dan Obat Semakin Membaik

Luhut Klaim Pemenuhan Oksigen dan Obat Semakin Membaik

Nasional
Anggota DPR Minta Distribusi Vaksin Merata di Setiap Daerah

Anggota DPR Minta Distribusi Vaksin Merata di Setiap Daerah

Nasional
PPKM Level 4 Diperpanjang, Jokowi Pastikan Penyaluran Bansos Dipercepat

PPKM Level 4 Diperpanjang, Jokowi Pastikan Penyaluran Bansos Dipercepat

Nasional
Jokowi Minta Masyarakat Tetap Waspada meskipun Kasus Harian Covid-19 Mulai Menurun

Jokowi Minta Masyarakat Tetap Waspada meskipun Kasus Harian Covid-19 Mulai Menurun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X