WAWANCARA KHUSUS: Cerita Pasien 01 soal Gejala Awal Covid-19 dan Tahu Usai Diumumkan Jokowi

Kompas.com - 10/03/2021, 05:29 WIB
Penari Maria Darmaningsih (tengah), Ratri Anindyajati (kiri) dan Sita Tyasutami (kanan) berpose saat sesi pemotretan di Depok, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020). Ketiga penari yang merupakan pasien 01 (Sita), 02 (Maria) dan 03 (Ratri) COVID-19 di Indonesia yang telah sembuh tersebut kini telah kembali berkarya di dunia seni tari. ANTARA FOTO/Muhammad AdimajaPenari Maria Darmaningsih (tengah), Ratri Anindyajati (kiri) dan Sita Tyasutami (kanan) berpose saat sesi pemotretan di Depok, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020). Ketiga penari yang merupakan pasien 01 (Sita), 02 (Maria) dan 03 (Ratri) COVID-19 di Indonesia yang telah sembuh tersebut kini telah kembali berkarya di dunia seni tari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejarah telah menunjukkan bahwa jika ada ketakutan yang mampu menghadirkan perubahan drastis bagi umat manusia, selain perang, maka itu adalah wabah.

Dan 2020 menghadirkan virus corona menjadi ancaman yang mengubah pandangan manusia akan banyak hal dalam kehidupan.

Penulis asal India Arundhati Roy memberikan gambaran apik soal ini. Kini kita mulai melihat berbagai benda dengan penuh curiga, bahwa gagang pintu hingga kardus kemasan dipenuhi gumpalan hidup tak terlihat, yang siap menempel di paru-paru. Hingga kemudian, membuat orang yang dihinggapinya kesulitan bernapas.

Dengan adanya ancaman Covid-19, rutinitas tak bisa lagi dilakukan tanpa kekhawatiran, dari saat kita pertama keluar rumah, naik kendaraan umum menuju kantor, hingga kembali ke rumah.

Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19 dan Pernyataan Para Menteri yang Sepelekan Virus Corona

Bahkan, menurut penulis The God of Small Things (1997) itu, kegiatan bersenang-senang yang semestinya dilakukan untuk menghilangkan penat akibat rutinitas tak lagi terasa menyenangkan di tengah ancaman penyakit zoonosis tersebut.

Saat virus corona atau Covid-19, masih terasa begitu asing, kita hanya bisa berasumsi macam-macam. Gambaran dari video viral di media sosial malah menghasilkan distorsi dan disinformasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Misalnya, kita menganggap orang yang mengidap Covid-19 bisa langsung jatuh tiba-tiba di tengah jalan, meskipun sebelumnya terlihat normal.

Gambaran soal virus corona seperti itu pun sempat dimiliki Sita Tyasutami, pasien pertama Covid-19 di Indonesia.

Saat merasakan gejala penyakit itu, tak pernah terbayangkan di benak Sita bahwa virus corona sudah mulai membentuk koloni di tubuhnya. Sebenarnya, kecurigaan itu muncul saat demam dan sakit yang dirasakannya memasuki hari kesepuluh. Tapi, pikiran itu dibuang jauh-jauh. 

"Waktu itu aku mikir jangan-jangan kena corona. Tapi enggak mungkin, saat itu kan mikirnya, karena video-video yang beredar online itu kan kayak di Wuhan, orang-orang lagi jalan di pinggir jalan, tiba-tiba pingsan, meninggal," ujar Sita, dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, tepat setahun setelah diumumkannya kasus perdana, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Setahun Covid-19: Vaksinasi Mandiri Jadi Upaya Akhiri Pandemi dan Polemiknya

Meski begitu, kecurigaan itu terbukti pelan-pelan. Ini bermula ketika dia bersama ibunya yang juga mengidap penyakit yang sama dan dikenal sebagai Pasien 02, Maria Darmaningsih, meminta rumah sakit untuk melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) untuk memastikan apakah mereka mengidap Covid-19.

Permintaan dilakukan karena sejumlah kerabat yang tinggal di Eropa menyarankan mereka untuk melakukan tes, setelah mengetahui gejala penyakit yang dialami Sita dan ibunya.

Dokter dan rumah sakit tidak langsung memenuhi keinginan Sita dan ibunya. Hingga kemudian, sikap ini berubah ketika Sita melaporkan bahwa dia pernah kontak dekat dengan warga negara asing yang dipastikan mengidap Covid-19. Informasi ini dia dapatkan setelah diberi tahu oleh temannya di Malaysia.

Baca juga: Setahun Pandemi, Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Diumumkan Masuk RI

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

Nasional
Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Nasional
Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Nasional
Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Nasional
Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Nasional
Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Nasional
Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Nasional
'Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara'

"Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara"

Nasional
Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Nasional
Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Nasional
Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Nasional
Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Nasional
Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Nasional
Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.