Megawati: Saya Pilih Jokowi dengan Hati Bersih, Tidak secara Pragmatis

Kompas.com - 02/09/2020, 16:42 WIB
Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan Panitia Pengarah Rakernas PDI-P Prananda Prabowo (kiri ke kanan) bersama para kader PDI-P lainnya mengacungkan simbol metal dengan ketiga jarinya seusai pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018). Dalam rakernas tersebut telah diputuskan untuk mencalonkan kembali Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024. POOL/DOK. PDI-P Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan Panitia Pengarah Rakernas PDI-P Prananda Prabowo (kiri ke kanan) bersama para kader PDI-P lainnya mengacungkan simbol metal dengan ketiga jarinya seusai pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018). Dalam rakernas tersebut telah diputuskan untuk mencalonkan kembali Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, menceritakan pengalamannya saat memutuskan mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden.

Mega mengatakan, pilihannya kepada Jokowi bukan karena alasan pragmatis, tetapi karena dirinya memilih dengan hati yang bersih.

"Saya sendiri mikir apa karena dulu saya dapat membuktikan bahwa Insya Allah pilihan saya karena saya mencarinya dengan hati yang bersih, bukan secara pragmatis. Melihat kok Pak Jokowi, kalau dipikir kan dulu siapa Jokowi?" kata Mega ketika memberikan pengarahan kepada pasangan calon Pilkada 2020 usungan PDI-P, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Megawati: Kok Bisa-bisanya Minta Pak Jokowi Mundur...

Ia pun menegaskan tidak sembarangan memberikan rekomendasi kepada seseorang sebagai calon pemimpin daerah.

Mega menuturkan, dirinya mencari calon pemimpin yang mampu membawa cita-cita bangsa.

"Ya itulah yang saya katakan, saya tidak akan sembarangan mencari orang, karen bukan demi Pak Jokowi seperti sekarang. Demi pemimpin bangsa ini dapat membawa arah perjuangan bangsa dan negara Indonesia," ucapnya.

Menurutnya, PDI-P mencari sosok calon pemimpin yang betul-betul mau bekerja untuk rakyat.

Mega meminta para bakal paslon mengingat bahwa partai politik merupakan alat perjuangan demi kepentingan rakyat.

Baca juga: Pandemi, Resesi, dan Nasib Jokowi


"PDI Perjuangan benar-benar berupaya untuk mendapatkan calon pemimpin yang benar-benar dapat bekerja dengan baik bagi kepentingan rakyat," tuturnya.

"Karena kami sebagai partai politik kalau di dalam persoalan pemerintahan, kita ini hanya sebagai alat perjuangan untuk bisa mencapai cita-cita proklamasi kemerdekaan. Itu jangan dilupakan," tegas Mega.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X