Peristiwa Kudatuli, Sutiyoso, dan Hubungannya dengan Megawati...

Kompas.com - 27/07/2020, 11:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARGubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang bertanggung jawab atas peristiwa 27 Juli 1996 yang dikenal sebagi peristiwa kerusuhan 27 Juli ( kudatuli).


Saat kerusuhan terkait pengambilalihan paksa Kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) kubu Megawati Soekarnoputri oleh kubu Soerjadi tersebut, Sutiyoso menjabat sebagai Pangdam Jaya dengan pangkat mayor jenderal (mayjen).

Peristiwa pengambilalihan paksa tersebut berlangsung rusuh dan meluas ke beberapa wilayah di DKI Jakarta, terutama di kawasan Menteng seperti Jalan Diponegoro, Salemba, hingga Kramat.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Mengenang Peristiwa Kudatuli, Sabtu Kelam 27 Juli 1996...

Sejumlah kendaraan dan gedung dibakar oleh massa yang merusuh.

Korban-korban pun berjatuhan. Hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) atas peristiwa tersebut, terdapat 5 orang tewas, 149 orang luka-luka, dan 23 orang hilang.

Sutiyoso dianggap bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut karena diduga lalai melindungi masyarakat sipil.

Meskipun demikian, Sutiyoso mengakui bahwa hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri tetap baik-baik saja setelah peristiwa itu.

"Bu Mega yang calonkan saya jadi Gubernur DKI," ujar Sutiyoso kepada Kompas.com, Senin (27/7/2020).

Sutiyoso yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak tahun 1997-2007 itu mengaku bahwa dalam peristiwa tersebut, Megawati mengetahui posisinya.

Meski tak dijelaskan secara rinci, akan tetapi Sutiyoso menyiratkan jawaban yang menunjukkan bahwa peristiwa itu tak pernah memperburuk hubunganya dengan Presiden RI ke-5 itu.

"Beliau tahu persis posisi saya di mana," kata dia.

Baca juga: Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, Saat Megawati Melawan tetapi Berakhir Diam...

Pada Senin (27/7/2020), tepat 24 tahun setelah peristiwa kudatuli. Namun, hingga saat ini, insiden tersebut belum diselesaikan.

Negara bahkan tak pernah mengusut peristiwa ini hingga tuntas bahkan ketika Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Presiden pada 2001-2004.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Tema Naskah Khotbah Shalat Jumat yang Akan Disusun oleh Kemenag

Ini Tema Naskah Khotbah Shalat Jumat yang Akan Disusun oleh Kemenag

Nasional
“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

Nasional
Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Nasional
Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Nasional
Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Nasional
Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Nasional
Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Nasional
UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

Nasional
UPDATE 28 November: Ada 69.370 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 November: Ada 69.370 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 28 November: Ada 68.606 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 November: Ada 68.606 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 28 November: Bertambah 125, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 16.646 Orang

UPDATE 28 November: Bertambah 125, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 16.646 Orang

Nasional
UPDATE 28 November: Bertambah 4.527, Kini 441.983 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

UPDATE 28 November: Bertambah 4.527, Kini 441.983 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

Nasional
UPDATE: 5.418 Kasus Baru Covid-19 Indonesia dalam Sehari, Total 527.999

UPDATE: 5.418 Kasus Baru Covid-19 Indonesia dalam Sehari, Total 527.999

Nasional
Susun Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat, Kemenag Sebut Tak Mengikat Khatib

Susun Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat, Kemenag Sebut Tak Mengikat Khatib

Nasional
Tanggapi Ucapan Luhut, KPK Sebut Tak Ada Istilah Pemeriksaan Berlebihan

Tanggapi Ucapan Luhut, KPK Sebut Tak Ada Istilah Pemeriksaan Berlebihan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X