Kompas.com - 08/05/2020, 14:59 WIB
Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyerahkan paket sembako bantuan Presiden kepada keluarga nenek Yuliar (67), belum lama ini. Warga RT 12 RW 01 Kelurahan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tersebut merupakan salah satu dari 1,3 juta KK masyarakat di DKI Jakarta terdampak Covid-19 yang menerima bansos sembako. DOK. Humas Kementerian SosialMenteri Sosial Juliari P. Batubara menyerahkan paket sembako bantuan Presiden kepada keluarga nenek Yuliar (67), belum lama ini. Warga RT 12 RW 01 Kelurahan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tersebut merupakan salah satu dari 1,3 juta KK masyarakat di DKI Jakarta terdampak Covid-19 yang menerima bansos sembako.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mempersilakan masyarakat untuk mengoreksi implementasi program pemerintah terkait penanganan Covid-19.

"Marilah masyarakat mengoreksi atau mengurangi kekurangan karena pemerintah punya keterbatasan. Kami tidak tertutup terhadap kritik," ujar Juliari dalam diskusi daring bertajuk Solidaritas Sosial yang digelar Kaukus Perempuan Parlemen, Jumat (8/5/2020).

Baca juga: Mensos: Tidak Mungkin Penyaluran Bansos 100 Persen Tepat Sasaran

Juliari mengatakan pemerintah tidak memiliki keleluasaan dalam menangani pandemi Covid-19, karena waktu penyebaran pandemi yang berlangsung begitu cepat.

Pemerintah mengambil langkah cepat dengan segala kekurangan yang ada.

Juliari menuturkan, dalam penanganan tersebut, pemerintah memiliki dua pilihan, yakni cepat dan tepat.

Ia mengungkapkan, dengan melihat kondisi yang ada, pemerintah pun mengambil pilihan penanganan cepat dengan segala konsekuensi yang dihadapi.

Jika mengambil pilihan tepat, dikhawatirkan penanganan berupa penyaluran bantuan sosial (bansos) baru akan diterima masyarakat pada saat pandemi telah berakhir.

"Konsekuensinya pasti ada saja yang missed," kata Juliari.

Baca juga: Mensos Akui Pernah Usulkan Bantuan Tunai untuk Warga, tapi Ditolak Presiden

Sebelumnya, Juliari mengatakan, penyaluran bansos tidak mungkin sepenuhnya bisa tepat sasaran.

Hal tersebut diungkapkan Juliari menanggapi pemberitaan dan keluhan masyarakat perihal bansos untuk warga terdampak Covid-19 yang salah sasaran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AHY: Kemerdekaan Hak Segala Bangsa, Tidak Terkecuali bagi Palestina

AHY: Kemerdekaan Hak Segala Bangsa, Tidak Terkecuali bagi Palestina

Nasional
Kapolri Minta Antisipasi Mobilitas Masyarakat Saat Arus Balik Lebaran

Kapolri Minta Antisipasi Mobilitas Masyarakat Saat Arus Balik Lebaran

Nasional
MUI Kecam Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina, Ketegangan di Yerusalem Harus Dihentikan

MUI Kecam Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina, Ketegangan di Yerusalem Harus Dihentikan

Nasional
BKN: Belum Ada Rapat Koordinasi Bahas 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

BKN: Belum Ada Rapat Koordinasi Bahas 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Nasional
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Akan Shalat Idul Fitri di Istana Bogor

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Akan Shalat Idul Fitri di Istana Bogor

Nasional
Seberapa Rela Kita Tidak Mudik demi Memutus Pandemi?

Seberapa Rela Kita Tidak Mudik demi Memutus Pandemi?

Nasional
Mudik ke Konstitusi, Demokrasi, dan Reformasi

Mudik ke Konstitusi, Demokrasi, dan Reformasi

Nasional
Menag: Mari Beribadah dan Lebaran dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Menag: Mari Beribadah dan Lebaran dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Indonesia Usulkan OKI dan GNB Segera Bertemu Bahas Persoalan Palestina

Indonesia Usulkan OKI dan GNB Segera Bertemu Bahas Persoalan Palestina

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Akan Shalat Idul Fitri di Rumah Dinas

Wapres Ma'ruf Amin Akan Shalat Idul Fitri di Rumah Dinas

Nasional
Di Hadapan Perwakilan ASEAN dan Jepang, KKP Perkenalkan 'E-Jaring'

Di Hadapan Perwakilan ASEAN dan Jepang, KKP Perkenalkan "E-Jaring"

Nasional
Kirim 200 Oksigen Konsentrator, RI Harap India Bisa Tangani Pandemi Covid-19

Kirim 200 Oksigen Konsentrator, RI Harap India Bisa Tangani Pandemi Covid-19

Nasional
KPK Terkesan Mau Singkirkan 75 Pegawai, Anggota Komisi III Minta Hasil TWK Disampaikan secara Transparan

KPK Terkesan Mau Singkirkan 75 Pegawai, Anggota Komisi III Minta Hasil TWK Disampaikan secara Transparan

Nasional
Cek Larangan Mudik, Kapolri Bakal Tinjau Bandara Soekarno-Hatta hingga Terminal

Cek Larangan Mudik, Kapolri Bakal Tinjau Bandara Soekarno-Hatta hingga Terminal

Nasional
Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrator untuk India

Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrator untuk India

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X