Kompas.com - 05/05/2020, 16:57 WIB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Kamis (2/4/2020). DOKUMENTASI BNPBJuru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Kamis (2/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan masih adanya penambahan kasus pasien yang positif terjangkit virus corona.

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga Selasa (5/5/2020) pukul 12.00 WIB, ada 484 kasus baru Covid-19.

"Sehingga secara akumulatif ada 12.071 kasus positif Covid-19 (di Indonesia) sampai saat ini," kata Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, jakarta, Selasa sore. 

Baca juga: UPDATE: Kini Ada 12.071 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 484

Kasus baru pasien positif Covid-19 itu tersebar di 27 provinsi.

Adapun penambahan kasus terbanyak terjadi di DKI Jakarta dengan 148 kasus baru.

Setelah itu disusul oleh Jawa Tengah dengan 51 kasus baru, Jawa Barat dengan 48 kasus dan Jawa Timur dengan 47 kasus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan telah terjadi terjadi di 335 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Baca juga: UPDATE 5 Mei: Tambah 243 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 2.197 Orang

Selain itu, pemerintah juga mencatat ada penambahan 243 pasien yang telah dinyatakan sembuh.

"Dengan demikian, total pasien sembuh ada 2.197 orang," tutur Yuri.

Kemudian, Yuri menyampaikan kabar duka dengan masih adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Ada penambahan 8 pasien yang tutup usia setelah sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

"Sehingga jumlah pasien meninggal dunia menjadi 872 orang," ujar Yuri.

Baca juga: UPDATE 5 Mei: Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 872 Orang

Berikut sebaran penambahan kasus Covid-19 hingga 5 Mei 2020:

1. DKI Jakarta: 148 kasus baru

2. Jawa Tengah: 51 kasus baru

3. Jawa Barat: 48 kasus baru

4. Jawa Timur: 47 kasus baru

5. Sulawesi Selatan: 33 kasus baru

6. Sumatera Barat: 18 kasus baru

7. NTB: 16 kasus baru

8. Sumatera Selatan: 14 kasus baru

9. Kalimantan Selatan: 14 kasus baru

10. Sulawesi Barat: 14 kasus baru

11. Banten: 12 kasus baru

12. Sulawesi Tengah: 11 kasus baru

13. Bangka Belitung: 8 kasus baru

14. Papua: 7 kasus baru

15. DIY: 6 kasus baru

16. Bali: 6 kasus baru

17. Papua Barat: 6 kasus baru

18. Jambi: 5 kasus baru

19. Kepulauan Riau: 5 kasus baru

20. Sulawesi Tenggara: 5 kasus baru

21. Riau: 3 kasus baru

22. NTT: 2 kasus baru

23. Kalimantan Timur: 1 kasus baru

24. Kalimantan Tengah: 1 kasus baru

25. Kalimantan Utara: 1 kasus baru

26. Sumatera Utara: 1 kasus baru

27. Lampung: 1 kasus baru

Total: 484 kasus baru

Data selengkapnya dapat dilihat di https://kompas.com/corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi, Waketum: Tak Ada Kaitan dengan Partai

Empat Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi, Waketum: Tak Ada Kaitan dengan Partai

Nasional
Jokowi Minta Daerah Hasilkan Produk Perdagangan Unggulan Masing-masing

Jokowi Minta Daerah Hasilkan Produk Perdagangan Unggulan Masing-masing

Nasional
Menurut OJK, Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Menurut OJK, Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Nasional
Pemerintah Susun 'Road Map' Perubahan Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Pemerintah Susun "Road Map" Perubahan Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Nasional
Airlangga: Untuk Pemilihan Presiden, Kita Harus Menang

Airlangga: Untuk Pemilihan Presiden, Kita Harus Menang

Nasional
Wapres Ingatkan agar Pesantren Mampu Akomodasi Kemajuan Teknologi

Wapres Ingatkan agar Pesantren Mampu Akomodasi Kemajuan Teknologi

Nasional
Kasus Covid-19 Turun hingga 98 Persen, Pemerintah Tetap Gencarkan Vaksinasi

Kasus Covid-19 Turun hingga 98 Persen, Pemerintah Tetap Gencarkan Vaksinasi

Nasional
Jokowi Ingatkan Risiko Lonjakan Kasus Covid-19 karena Pembukaan Sekolah

Jokowi Ingatkan Risiko Lonjakan Kasus Covid-19 karena Pembukaan Sekolah

Nasional
Strategi Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Natal dan Tahun Baru

Strategi Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Natal dan Tahun Baru

Nasional
Jokowi Ingatkan Indonesia Tetap Tangguh dan Bertahan Hadapi Krisis akibat Pandemi

Jokowi Ingatkan Indonesia Tetap Tangguh dan Bertahan Hadapi Krisis akibat Pandemi

Nasional
Wapres: Kebangkitan Ekonomi Pesantren Harus Dimulai dari Santri

Wapres: Kebangkitan Ekonomi Pesantren Harus Dimulai dari Santri

Nasional
Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Nasional Capai 70 Persen pada Akhir Tahun

Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Nasional Capai 70 Persen pada Akhir Tahun

Nasional
Jokowi Targetkan Cakupan Vaksinasi Capai 270 Juta Dosis pada Akhir 2021

Jokowi Targetkan Cakupan Vaksinasi Capai 270 Juta Dosis pada Akhir 2021

Nasional
Jokowi: Perdagangan, Turisme, dan Investasi Harus Digerakkan, Jangan Terlambat

Jokowi: Perdagangan, Turisme, dan Investasi Harus Digerakkan, Jangan Terlambat

Nasional
Hari Santri Jadi Momentum Memupuk Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Hari Santri Jadi Momentum Memupuk Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.