Kompas.com - 27/04/2020, 05:35 WIB

Suka atau tidak, kita akan bertemu lagi dengan rezim neo-ultraliberalisme yang akan semakin keras dalam skala yang belum diketahui hingga skala yang tidak bisa diterima. Mengapa?

Sebab sistem ini akan memaksa semua orang untuk “menghidupkan kembali mesin ekonomi.”
Mereka akan menyuruh Anda mencari lagi uang yang hilang.

Mendidik Anda melakukan hal itu dengan “pelajaran agung” tentang solidaritas kolektif sambil tidak lupa menyalahkan dan menghukum para pemalas buruk yang berusaha melarikan diri dari “usaha suci” penggemukan kembali paha kurus “sapi emas” kapitalisme.

Kondisi kehidupan sosial dan kerja juga akan menjadi lebih sulit, memperbudak, tidak bermoral, dan keras. Hal ini akan mengakibatkan kehancuran manusia di semua tingkatan, dan tentu saja masyarakat paling lemah, yang jumlahnya selalu terbanyak. Mereka akan membayar dengan harga paling tinggi.

Jalan pembebasan

jadi sesungguhnya, dari jalan mana kita akan keluar?

Menghadapi sistem hegemonik yang ada, berapa besar kekuatan kita untuk melakukan perlawanan? Apakah perlu menunggu kegilaan merusak itu bertambah parah dan mempercepat kita semua masuk dalam kekacauan global supaya reruntuhan romantisme bangunan dunia lama bangkit lagi?

Semua orang sesungguhnya mencintai kebebasan, tetapi tak seorang pun yang menginginkannya sekarang.

Hukum dunia selalu sama dari masa ke masa. Ketika manusia dilanda ketakutan luar biasa, maka mereka akan menyerahkan diri secara mutlak untuk diperbudak oleh segelintir orang yang mengaku dapat melindunginya.

Siapa di antara kita yang dapat melawan ketakutan, tetap menegakkan kepala dan menjaga ketenangan jiwa, mengembangkan sumber daya imajinasi kreatif dan daya juang untuk memikirkan pembangunan sebuah dunia baru secara bersama-sama?

Apakah sekumpuluan manusia yang saat ini kian rajin berkicauan di dunia maya, esok hari mampu memunculkan suatu gagasan alternatif?

Alih-alih mengharapkan dapat keluar dari krisis ini dengan kelegaan, semua kekuatan perubahan harus dapat menyiapkan diri dalam menghadapi tahun-tahun panjang perjuangan yang kelam dalam “gerilya”.

Tahun-tahun panjang kerendahan hati. Tahun-tahun panjang perjuangan senyap dalam menabur benih pembaharuan di atas tanah kering yang semoga berkecambah pada suatu hari nanti, tentu setelah momok virus durjana ini lindap.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggal 8 Juli Hari Memperingati Apa?

Tanggal 8 Juli Hari Memperingati Apa?

Nasional
Perkawinan Beda Agama Menurut Hukum Positif di Indonesia

Perkawinan Beda Agama Menurut Hukum Positif di Indonesia

Nasional
Aturan Perkawinan Campuran di Indonesia

Aturan Perkawinan Campuran di Indonesia

Nasional
Kakak Bupati Langkat Disebut Bisa Atur Tender Proyek, Hanya Menangkan Perusahaan Pribadi dan Orang Terdekat Terbit

Kakak Bupati Langkat Disebut Bisa Atur Tender Proyek, Hanya Menangkan Perusahaan Pribadi dan Orang Terdekat Terbit

Nasional
Muncul Istilah 'Ring 1' di Kasus Bupati Langkat, Berisi Orang Dekat Terbit Perangin-angin

Muncul Istilah "Ring 1" di Kasus Bupati Langkat, Berisi Orang Dekat Terbit Perangin-angin

Nasional
PKS Ajukan Judicial Review Presidential Threshold ke MK, HNW: Membuktikan Parpol Peduli pada Rakyat

PKS Ajukan Judicial Review Presidential Threshold ke MK, HNW: Membuktikan Parpol Peduli pada Rakyat

Nasional
Peneliti LSI: Poros PDI-P Cenderung Unggul di Kelompok Pendapatan dan Pendidikan Rendah

Peneliti LSI: Poros PDI-P Cenderung Unggul di Kelompok Pendapatan dan Pendidikan Rendah

Nasional
Ada Perubahan Ancaman Pidana Unjuk Rasa Tanpa Izin dalam Draf RKUHP, dari 1 Tahun Jadi 6 Bulan

Ada Perubahan Ancaman Pidana Unjuk Rasa Tanpa Izin dalam Draf RKUHP, dari 1 Tahun Jadi 6 Bulan

Nasional
Demokrat Komunikasi Intens dengan Beberapa Parpol, Jubir: Mengarah ke Kesepakatan Koalisi

Demokrat Komunikasi Intens dengan Beberapa Parpol, Jubir: Mengarah ke Kesepakatan Koalisi

Nasional
Keppres Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke IKN Akan Diterbitkan pada 2024

Keppres Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke IKN Akan Diterbitkan pada 2024

Nasional
Presiden ACT Kaget atas Pencabutan Izin dari Kemensos

Presiden ACT Kaget atas Pencabutan Izin dari Kemensos

Nasional
Peneliti LSI Sebut KIB Cenderung Unggul di Pemilih Komunitas Digital

Peneliti LSI Sebut KIB Cenderung Unggul di Pemilih Komunitas Digital

Nasional
Mendag Klaim Harga Minyak Goreng Rp 14.000, Pedagang Pasar: Faktanya Tidak Begitu

Mendag Klaim Harga Minyak Goreng Rp 14.000, Pedagang Pasar: Faktanya Tidak Begitu

Nasional
Tegur Saksi di Sidang Bupati Langkat, Hakim: Plong Saja, Ngomong Apa Adanya!

Tegur Saksi di Sidang Bupati Langkat, Hakim: Plong Saja, Ngomong Apa Adanya!

Nasional
Bantah Muhaimin Langgar Kode Etik Terkait Panja Vaksin, Fraksi PKB Beberkan Alasannya

Bantah Muhaimin Langgar Kode Etik Terkait Panja Vaksin, Fraksi PKB Beberkan Alasannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.