TNI AU Kaji Laporan Penembakan Pesawat di Pegunungan Bintang, Papua

Kompas.com - 23/03/2020, 20:14 WIB
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Fajar Adriyanto kepada awak media di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIKepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Fajar Adriyanto kepada awak media di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Udara (AU) akan mendalami soal penembakan pesawat CASA CN A-2909 milik TNI AU Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (23/3/2020).

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma TNI Fajar Adriyanto mengatakan pihaknya akan melakukan pengkajian terkait peristiwa tersebut.

"Kita akan kaji dulu laporan dari satuan," ujar Fajar ketika dihubungi Kompas.com, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Ditemukan 5 Lubang Bekas Tembakan di Pesawat TNI AU

Fajar mengatakan, peristiwa penembakan itu tak mengakibatkan korban dari penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut.

"Enggak ada," kata Fajar.

Sebelumnya, pesawat CASA CN A-2909 milik TNI AU ditembaki saat sedang terbang di atas kawasan Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, tepatnya di atas Distrik Serambakon pada ketinggian 4.800 kaki, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Pesawat TNI AU yang Ditembaki di Oksibil, Mengangkut 3 Ton Bahan Makanan dan Pesanan Bupati

Penembakan terjadi sekitar pukul 08.50 WIT.

"Jadi pesawat ini ditembak saat sedang terbang. Saat landing di Oksibil dan dilakukan pengecekan, ternyata ada lima titik lubang bekas tembakan," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin siang.

Usai diperiksa, terdapat lima lubang bekas tembakan di sayap bagian kanan pesawat.

Saat itu, Pesawat CASA CN A-2909 sedang melaksanan penerbangan rute Jayapura-Oksibil.

Baca juga: Pesawat TNI AU Ditembaki di Pegunungan Bintang, Papua

Eko menegaskan, TNI akan mengejar pelaku penembakan dan tim segera menuju Distrik Serambakon.

"Kita belum tahu pelakunya, ini sedang didalami," kata dia.

Eko memastikan pesawat tersebut tidak mengalami kerusakan berarti dan masih bisa diterbangkan.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X