6 Dokter Meninggal, Pemerintah Diminta Percepat Distribusi APD bagi Tenaga Medis

Kompas.com - 23/03/2020, 19:32 WIB
Seorang perawat membawa perangkat darurat di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Rabu (11/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASeorang perawat membawa perangkat darurat di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Rabu (11/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena meminta pemerintah tidak hanya memberikan insentif kepada para tenaga medis seperti dokter dan perawat.

Namun, pemerintah juga harus memperhatikan keselamatan tenaga medis dalam menangani wabah virus corona dengan memenuhi ketersediaan alat pelindung diri (APD).

"Tak hanya insentif, tapi ke depannya harus ada perhatian, salah satu kebutuhan mendesak daripada tenaga medis kita ini dokter dan perawat ini adalah alat pelindung diri," ujar Melki saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/3/2020).

Baca juga: 8 Ton Bantuan Alat Kesehatan dari China Tiba di Indonesia

Melki mengatakan, pemerintah harus mempercepat distribusi alat pelindungan diri (APD) untuk tenaga medis ke rumah sakit yang menjadi rujukan pasien covid-19.

Pemerintah dapat memanfaatkan hubungan baik dengan negara-negara lain untuk mendapatkan stok APD yang tengah diperebutkan 180 negara terdampak virus corona.

"Kami berharap pemerintah pusat kemudian teman-teman swasta untuk barang itu (APD) kan ada dari China, Korea Selatan dan India. Selagi punya hubungan baik dengan negara-negara tersebut, kami mendorong dengan sangat agar mereka bekerja keras untuk pengadaan, sehingga barang ini bisa sampai ke Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Prabowo Sebut China Siap Bantu Penanganan Covid-19, RI Kirim Daftar Kebutuhan

Lebih lanjut, Melki juga meminta, jajaran direksi rumah sakit mempersiapkan para tenaga medis yang sehat secara fisik dan psikis untuk menangani pasien Covid-19.

Ia mengimbau, direksi rumah sakit untuk tidak memaksa para tenaga medis untuk menangani pasien Covid-19.

"Jangan memaksa dan mendorong orang yang tidak siap secara psikis dan kondisi fisiknya enggak bagus, lebih baik istirahat. Karena imun yang lemah pasti kena (Covid-19), jadi saya anjurkan screening tenaga medis yang siap ke lapangan agar betul-betul dilakukan dengan baik oleh direksi RS," pungkasnya.

Baca juga: IDI Umumkan 6 Dokter yang Menangani Wabah Corona Meninggal Dunia

Sebelumnya diberitakan, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan, enam dokter yang bertugas menangani wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia meninggal dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X