Jelang Sidang Perdana Kasus Novel Baswedan, Mengharap Misteri Terungkap

Kompas.com - 19/03/2020, 08:57 WIB
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (11/4/2019). Mereka menuntut presiden untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOAktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (11/4/2019). Mereka menuntut presiden untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com- Sidang kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan akan dimulai pada Kamis (19/3/2020) siang hari ini.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu akan beragendakan pembacaan surat dakwaan terhadap dua terdakwa, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir.

Proses persidangan kasus ini diharapkan menguak segala misteri, termasuk motif dan para aktor, dari penyerangan Novel yang terjadi hampir tiga tahun yang lalu.

"Dalam sidang keseluruhan kita berharap jaksa bisa mengungkap motif dan aktor di belakang pelaku dalam sidang pembuktian," kata anggota Tim Advokasi Novel, Alghiffari Aqsa, kepada Kompas.com, Rabu (18/3/2020) kemarin.

Baca juga: Sidang Perdana Penyerangan Novel Baswedan, Ini Harapan Kuasa Hukum

Harapan serupa juga diungkapkan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo. Yudi mengatakan, dakwaan yang dibacakan hari ini mesti mengungkap segala fakta terkait penyerangan Novel, termasuk peran berbagai pihak dalam peristiwa itu.

"Makanya kenapa dakwaan itu penting untuk dilihat karena di situlah semua proses dari awal sampai akhir terkait dengan fakta-fakta yang dilakukan oleh pelaku tergambar disitu," ujar Yudi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu tim advokasi juga berharap jaksa dapat menghadirkan bukti yang kuat di persidangan serta menuntut para terdakwa dengan pasal yang terberat.

Tak hanya itu, tim advokasi juga meminta hakim dapat memberi putusan yang obyektif dalam kasus ini.

"Hakim memutus dengan obyektif dan melihat kasus ini tidak hanya sekedar penganiayaan tapi juga serangan terhadap KPK dan pemberantasan korupsi," kata Alghiffari.

Baca juga: Tim Advokasi: Sidang Kasus Novel Baswedan Harus Dipantau Ketat

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, KPK akan ikut mengawal sidang tersebut dan mengajak publik untuk juga ikut mengawal persidangan.

"KPK tentu berharap di persidangan nantinya akan terungkap fakta-fakta pelaku penyerangan tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan semata saja," kata Ali.

Pandemi virus corona

Sidang perdana kasus Novel Baswedan siang nanti digelar di tengah pandemi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Pejabat Humas pada PN Jakut Djuyamto mengatakan, akan ada penyesuaian di ruang sidang dengan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satu penyesuaian yang dimaksud adalah memastikan pengunjung sidang tidak berdesak-desakan di dalam ruang sidang.

"(Caranya) membatasi pengunjung sidang tentunya. Patokannya social distancing, kapasitas ruang sidang," ujar Djuyamto.

Baca juga: MA Serahkan Kebijakan soal Pencegahan Corona ke Masing-masing Pengadilan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.