BPIP: Ormas yang Suka Main Hakim Sendiri Harus Dibina Lebih Keras

Kompas.com - 01/12/2019, 06:54 WIB
Plt Ketua BPIP Hariyono setelah memberikan materi penguatan nilai Pancasila untuk penceramah dan pengajar di Hotel Borobudur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019). KOMPAS.com/ DIAN ERIKA Plt Ketua BPIP Hariyono setelah memberikan materi penguatan nilai Pancasila untuk penceramah dan pengajar di Hotel Borobudur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Hariyono meminta Kementerian Dalam Negeri membina lebih keras organisasi masyarakat ( ormas) yang kerap melakukan main hakim sendiri sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Hal itu ia katakan dalam menanggapi polemik perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) ormas yang mencuat belakangan ini.

" Ormas-ormas yang suka main hakim sendiri sehingga sering menimbulkan kegaduhan itu harus dibina lebih keras oleh Kementerian Dalam Negeri," ujar Hariyono saat ditemui di Hotel Santika, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2019).

Kendati demikian, Hariyono tidak menyebutkan nama ormas yang dimaksud.


Ia kemudian menegaskan bahwa pemerintah harus melarang keberadaan ormas yang ideologinya bertolakbelakang dengan Pancasila.

Hariyono mengatakan, keberadaan ormas yang tak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila berpeluang mengganggu persatuan bangsa.

"Kami sangat setuju semua ormas yang tidak memposisikan Pancasila sebagai sebuah dasar negara atau bertolakbelakang dengan Pancasila, itu tidak diperbolehkan karena kalau itu diperbolehkan, persatuan bangsa kita bisa terganggu," kata Hariyono.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X