AJI: Jurnalis Alami Kekerasan karena Merekam Aksi Brutal Polisi

Kompas.com - 25/09/2019, 21:23 WIB
Sejumlah jurnalis berunjuk rasa di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/9/2019). Mereka mengecam tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum polisi terhadap jurnalis yang meliput aksi unjuk rasa mahasiswa di Makassar. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc. ANTARA FOTO/Didik SuhartonoSejumlah jurnalis berunjuk rasa di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/9/2019). Mereka mengecam tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum polisi terhadap jurnalis yang meliput aksi unjuk rasa mahasiswa di Makassar. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aliansi Jurnalis Independen ( AJI) mengungkap, wartawan menjadi korban kekerasan aparat saat tengah meliput unjuk rasa mahasiswa di DPR, Selasa (24/9/2019).

Salah satunya intimidasi yang dialami jurnalis Kompas.com oleh aparat kepolisian ketika merekam aksi brutal aparat yang memukuli seorang demonstran.

Ketua Advokasi AJI Indonesia Joni Aswira mengatakan, kekerasan yang dialami para jurnalis rata-rata karena merekam aksi kebrutalan polisi terhadap demonstran.

Baca juga: Kronologi Intimidasi yang Diterima Jurnalis Kompas.com Saat Rekam Pengeroyokan di JCC

Tidak hanya di Jakarta, aksi kekerasan terhadap jurnalis juga terjadi di daerah lain ketika  para wartawan sedang meliput demonstrasi mahasiswa.

"Di Jakarta semua kasus kekerasan wartawan pelakunya adalah aparat karena merekam kebrutalan polisi," kata Joni dalam jumpa pers di Kantor LBH, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019).

Di Jakarta, kata dia, ada empat orang jurnalis yang menjadi korban kekerasan aparat polisi. Selain wartawan Kompas.com, tiga lainnya adalah dari IDN Times, Katadata, dan Metro TV.

"Di Jakarta, jurnalis Kompas.com yang merekam aksi kebrutalan aparat terhadap demonstran, IDN Times merekam aksi dan wartawan Katadata merekam kebrutalan aparat," kata dia.

Baca juga: AJI Kecam Kekerasan terhadap Empat Jurnalis Saat Liput Demo di Sekitar DPR

"Pukul 11 malam, semalam Metro TV mobilnya rusak, tapi mereka bisa menyelamatkan diri. Massa mengejar. Mereka keluar pukul 3 pagi. Tidak ada korban luka tapi mobil rusak," kata dia.

Sementara itu, di Makassar pihaknya mendapat laporan ada tiga jurnalis mengalami kekerasan akibat merekam aksi kekerasan yang dilakukan aparat. Antara lain mereka berasal dari media inikata.com dan Makassar Today.

Di Jayapura, ada tiga jurnalis yang dihalang-halangi polisi saat meliput aksi mahasiswa Papua. Mereka berasal dari media The Jakarta Post (kontributor), Jubi, dan Suara Papua.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X