Kapolda Sumsel Irjen Firli Terpilih Jadi Ketua KPK, Ini Kata Polri

Kompas.com - 13/09/2019, 10:00 WIB
Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Dari hasil voting terhadap lima calon terpilih pada Jumat (13/9/2019) dini hari, Firli mendapatkan suara terbanyak, yakni dari seluruh anggota Komisi III yang berjumlah 56 orang. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDICalon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Dari hasil voting terhadap lima calon terpilih pada Jumat (13/9/2019) dini hari, Firli mendapatkan suara terbanyak, yakni dari seluruh anggota Komisi III yang berjumlah 56 orang.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com — Polri mengapresiasi pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) oleh Komisi III DPR yang dianggap transparan dan akuntabel.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditanya tanggapan Polri atas terpilihnya Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023.

"Tentunya yang jelas Polri sangat menghargai kemudian memberikan apresiasi kepada anggota legislatif, DPR, yang telah melaksanakan proses penentuan capim KPK secara demokratis, kemudian transparan, publik semua bisa melihat, disiarkan secara langsung, secara akuntabel dan sesuai dengan kompetensinya," tutur Dedi saat di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).

Baca juga: Perjalanan Irjen Firli, dari Dinyatakan Lakukan Pelanggaran Etik Berat hingga Terpilih sebagai Ketua KPK

Menurut Dedi, saat ini hubungan antara institusi kepolisian dan KPK sangat solid dalam penegakan hukum terkait kasus korupsi.

"Tentu saat ini memang hubungan antara Polri dan KPK sudah sangat solid, dalam hal penegakan hukum terhadap pemberantasan korupsi, juga hubungan sangat baik sekali," ujarnya.

"Dari mulai proses-proses penangkapan, penyitaan, penggeledahan, kemudian kegiatan-kegiatan yang sifatnya supervisi terhadap kasus-kasus korupsi yang ditangani Polri, sangat baik hubungannya dengan KPK," kata dia.

Baca juga: Pelanggaran Etik Berat Tak Hambat Firli Jadi Ketua KPK

Terkait adanya pelanggaraan etik Firli yang diputuskan KPK, menurutnya, itu hanyalah dugaan semata.

Dedi mengatakan, kala itu Firli sudah ditarik kembali ke institusi kepolisian untuk mengemban jabatan sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

"Dugaan secara internal silakan tapi yang bersangkutan kan ditarik oleh Mabes Polri untuk dipromosikan jabatan Kapolda Sumsel. Karena apa? Karena yang bersangkutan secara sosiokuktural kebetulan adalah orang sana dan memiliki hubungan sangat baik dengan masyarakat Sumsel," katanya.

Kontroversi

Nama Firli Bahuri sebelumnya menuai kontroversi karena mendapat penolakan sejumlah pihak, termasuk dari internal KPK.

KPK bahkan menyatakan bahwa Irjen Firli yang merupakan mantan Deputi Penindakan KPK telah melakukan pelanggaran etik berat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X