Berangkat Pakai Sampan hingga Oleh-oleh Emas, 4 Kisah Unik Ibadah Haji

Kompas.com - 13/08/2019, 22:00 WIB
Umat Muslim berdoa saat melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Padang Arafah, Arab Saudi, Sabtu (10/8/2019). Jemaah haji dari seluruh dunia mulai berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji.ANTARA FOTO/HANNI SOFIA Umat Muslim berdoa saat melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Padang Arafah, Arab Saudi, Sabtu (10/8/2019). Jemaah haji dari seluruh dunia mulai berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji.

KOMPAS.com - Perjalanan ke tanah suci selalu menghadirkan cerita tersendiri. Dari tahun ke tahun, kisah ibadah haji selalu menarik perhatian khalayak.

Tiap tahun pula, ibadah ini juga memberikan kesan tersendiri. Bahkan, pada perjalanan haji lampau, banyak kisah-kisah unik yang selalu hadir. Kompas.com mencoba merangkumnya dari pemberitaan Harian Kompas, seperti:

Berangkat dengan sampan

Cerita unik perjalanan haji datang dari Deli Serdang. Seorang penduduk desa nelayan di Tanjung Beringin pada ahun 1975 berangkat untuk melaksanakan ibadah haji dengan menaiki sampan.

Harian Kompas 4 Agustus 1975 memberiitakan, Sutan Hasyim nekat berangkat dengan menggunakan alat transportasi ini karena kesulitan biaya. Saat itu, profesinya sebagai nelayan tidak memungkinkan Sutan untuk pergi ke tanah suci dengan prosedur biasa.


Baca juga: Kasus Penipuan Haji, Polisi Sebut Syaifullah Hanya Mengaku Pegawai Kemenag

Uniknya, perjalanan Sutan tersebut disponsori oleh Ketua Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Brigjen H.A Manaf Lubis.

Manaf menyatakan kesediaannya untuk mengirimkan surat kepada duta-duta besar RI di beberapa negara untuk memberitahukan maksud Sutan.

Sampan yang ia gunakan dilengkapi dengan peralatan khusus. Sutan memulai perjalanannya pada 15 Agustus 1975. Kepergiannya diiringi oleh ratusan masyarakat.

Namun sayang, perjalanan Sutan harus kandas saat sampan layarnya terhantam gelombang. Pemberitaan Harian Kompas 16 September menyatakan, sampan dengan panjang 6 meter dan lebar 2,5 meter itu pun hancur terkena ombak saat ia sedang berada di Thailand.

Setelah kejadian itu, Sutan pun langsung kembali ke kampung halamannya dengan menumpang kapal Tepian Nauli dari Malaysia.

Berjalan kaki ke Mekkah

Kisah unik saat perjalanan haji terjadi pada tahun 1965. Saat itu, seorang putra Indonesia bernama Ridwan melakukan perjalanan ibadah haji dengan berjalan kaki.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X