Ditanya soal Peluangnya Jadi Menhan Lagi di Kabinet Jokowi Jilid II, Ini Kata Ryamizard

Kompas.com - 09/07/2019, 15:39 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu saat ditemui di kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTOMenteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu saat ditemui di kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku belum mengetahui terkait kabinet baru di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia menyebut tidak pernah membahas kursi menteri dengan Presiden Jokowi.

"Saya tidak pernah nanya itu (kursi menteri)," kata Ryamizard saat ditemui di Gedung Kemenhan, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

Baca juga: Menhan: Kekuatan Polisi-Tentara Hadapi Teroris 1 Persen, Rakyat 99 Persen

Ryamizard menyebut Presiden Jokowi juga belum mengajak dirinya berdiskusi mengenai jabatan di kementerian. Dia mengaku hanya fokus mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabnya saat ini.

"Terserah Tuhan. Apa yang diberi, kita laksanakan sebaik-baiknya," tutur dia.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu juga berpesan bagi penerusnya jika ia tidak lagi dipercayakan kursi Menhan. Dia mengimbau agar kinerja Menhan terpilih berikutnya lebih baik dari dirinya.

Baca juga: Menhan: Waspada dan Siaga, Aktivitas Terorisme di Filipina Selatan Meningkat

Adapun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan berakhir pada Oktober mendatang.

Kabinet baru segera dibentuk untuk menyokong periode kedua pemerintahan Jokowi bersama Ma'ruf Amin.

Meski pelantikan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan calon presiden baru berlangsung tiga bulan lagi, pembicaraan soal kabinet baru mulai bergulir.

Kompas TV Menteri Pertahanan,Ryamizard Ryacudu, bertemu dengan presidium PA 212. Dalam acara halalbihalal ini, Ryamizard menyampaikan, agar masyarakat tidak lagi terpecah belah, karena membela salah satu kubu paslon dalam Pilpres.<br /> Ryamizard mengajak masyarakat, untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Untuk itu, setiap warga diharapakan, tidak membawa identitas pendukung paslon 01 atau 02 lagi karena momen pemilu pun telah usai.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Nasional
Megaproyek 'Nusantara': Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Megaproyek "Nusantara": Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Nasional
UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, 'Positivity Rate' PCR 7,92 Persen

UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, "Positivity Rate" PCR 7,92 Persen

Nasional
UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

Nasional
UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Nasional
UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

Nasional
Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Nasional
UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Nasional
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Nasional
UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

Nasional
Faisal Basri Singgung Pembiayaan Proyek IKN: Dulu Bilangnya Tak Pakai APBN, Sekarang?

Faisal Basri Singgung Pembiayaan Proyek IKN: Dulu Bilangnya Tak Pakai APBN, Sekarang?

Nasional
Dana PEN Akan Digunakan untuk Bangun IKN, PKS: Pemerintah Tega Sekali

Dana PEN Akan Digunakan untuk Bangun IKN, PKS: Pemerintah Tega Sekali

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.