Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Kompas.com - 26/06/2019, 23:02 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) mengaku beberapa kali ditanya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan seorang tokoh pondok pesantren di Jawa Timur Asep Saifuddin Chalim, soal perkembangan nominasi Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur.

Menurut Romahurmuziy, Khofifah dan Asep adalah dua orang yang sejak awal merekomendasikan nama Haris untuk maju sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Hal itu yang juga ia teruskan ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Saya menyampaikan bahwa jujur saja beberapa kali baik Bu Khofifah dan Kiai Asep menanyakan ke saya bagaimana perkembangan nominasi saudara Haris," kata Romy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (26/6/2019) malam.

Baca juga: Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

"Bahkan dalam satu kesempatan Kiai Asep menelepon saya kurang lebih beliau menyampaikan sedang umrah di Mekkah dan menanyakan tentang bagaimana nominasi saudara Haris," lanjutnya.

Romy mengaku hanya menyampaikan ke Asep bahwa proses seleksi jabatan yang melibatkan Haris ada prosedurnya. Ia mengaku sudah tidak mengikuti lebih intens proses seleksi tersebut.

Ia juga mengaku mengusulkan nama Amin Mahfud sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Amin merupakan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Baca juga: Menag Lukman Mengaku Dapat Masukan dari Khofifah soal Haris Hasanuddin Lewat Romahurmuziy

Setelah menyampaikan informasi terkait usulan dirinya serta usulan dari Khofifah-Asep, kata Romy, Lukman tak memberi respons apapun.

"Waktu mengusulkan saudara Amin sebagai Plt saja tidak diterima Menteri waktu itu. Jadi saya agak males meneruskan usulan kembali. Tapi karena tadi, jujur saya menghormati Bu Khofifah, saya menghormati Kiai Asep, saya hanya menyampaikan ke Pak Menteri," ujar Romy.

"Kalau saya cenderung Amin, tetapi saat yang sama Bu Khofifah dan Kiai Asep terus meminta ke saya agar bisa mendorong Pak Haris. Kira-kira begitu bahasanya," sambungnya.

Baca juga: Menag Lukman Ungkap Sumber Uang 30.000 Dollar AS yang Disita KPK dari Ruang Kerjanya

Dalam kasus ini, Haris didakwa menyuap mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romy dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Haris memberikan uang Rp 325 juta kepada Romy dan Lukman Hakim.

Menurut jaksa, pemberian uang itu patut diduga karena Romy dan Lukman Hakim melakukan intervensi baik langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Sebab, Haris saat itu tak lolos seleksi karena ia pernah dijatuhi sanksi hukuman disiplin.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X