BPN Tanggapi Video Pernyataan Agum Gumelar soal Pemecatan Prabowo

Kompas.com - 12/03/2019, 12:02 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi rais di Kompleks Parelemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12/2017) KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi rais di Kompleks Parelemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hanafi Rais berkomentar soal viralnya video yang memuat pernyataan Agum Gumelar mengenai pemecatan Prabowo Subianto yang disebutnya karena kasus penculikan aktivis.

Menurut Hanafi, isu ini bagaikan "hidangan basi" yang tidak perlu disuguhkan kembali.

"Kalau mau menyuguhkan hidangan pada masyarakat, berilah hidangan yang segar. Jangan yang basi, kalau yang basi nanti malah muntah," ujar Hanafi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Hanafi juga mengibaratkan isu ini bagaikan lagu lama yang diputar kembali.


Menurut dia, isu ini seharusnya sudah selesai. Apalagi, Prabowo juga pernah digandeng Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai cawapresnya pada Pemilu 2009.

"Kalau memang itu masalahnya, Pak Prabowo juga dulu pernah jadi cawapreanya Bu Megawati. Jadi sebenarnya sudah enggak ada masalah lagi soal itu," kata dia.

Dalam video yang viral di media sosial, Agum menjelaskan tentang dirinya yang pernah menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Pada saat itu, DKP turut memeriksa dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Prabowo Subianto.

Agum mengatakan, DKP menyatakan Prabowo telah melakukan pelanggaran HAM berat dan memutuskan pemecatannya.

Ia menyebutkan, salah satu anggota DKP lainnya saat itu adalah Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X