PHRI Anugerahi Presiden Jokowi Gelar Bapak Pariwisata Nasional

Kompas.com - 12/02/2019, 11:02 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan sambutan saat puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019). Perayaan HPN 2019 tersebut mengangkat tema Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp. ANTARA/ZABUR KARURUPresiden Joko Widodo (kiri) memberikan sambutan saat puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019). Perayaan HPN 2019 tersebut mengangkat tema Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menganugerahkan gelar Bapak Pariwisata Nasional kepada Presiden Joko Widodo.

Gelar tersebut disematkan oleh Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani dalam acara perayaan HUT PHRI ke-50 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

"Bapak Presiden dan hadirin yang kami muliakan. Pada kesempatan hari ini, perkenankan kami memberikan penghargaan kepada Bapak Presiden, yaitu sebagai Bapak Pariwisata Nasional," ucap Hariyadi dalam sambutannya.

Baca juga: Kepada Jokowi, Pengusaha Hotel Keluhkan Kamar Sepi karena Harga Tiket Pesawat Mahal

Ia mengatakan, PHRI sepakat menyematkan gelar tersebut kepada Jokowi lantaran mantan Gubernur DKI Jakarta itu memiliki inisiatif dan komitmen secara berkelanjutan dalam membangun pariwisata Indonesia sejak menjabat Wali Kota Solo.

Ia menambahkan, gelar tersebut layak diberikan kepada Jokowi karena telah menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Kinerja Jokowi dalam membangun pariwisata terlihat pula dari peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dari 10,41 juta pada 2015 menjadi 15,81 juta pada 2018.

Baca juga: Kepada Jokowi, Pengusaha Protes Wacana Larangan Pemda Gelar Rapat Anggaran di Hotel

Selain itu, ia menilai, keseriusan Jokowi membangun pariwisata terlihat dari peningkatan anggaran Kementerian Pariwisata dari Rp 1,2 triliun pada 2014 menjadi Rp 3,8 triliun pada 2019.

"Penghargaan ini kami berikan secara objektif, bukan karena Bapak sekarang ini sedang sibuk kampanye Pilpres. Dan kami tidak berharap keuntungan politis dari penghargaan ini," ujar Hariyadi.

Usai menerima penghargaan tersebut, Jokowi berseloroh. Ia merasa aneh mendapat penghargaan tersebut di tengah melambungnya harga tiket pesawat.

"Sebetulnya lucu juga dapat penghargaan Bapak Pariwisata tapi harga tiketnya naik, kemudian ada menteri yang menyampaikan masalah rapat di hotel. Tapi yang jelas itu bukan presidennya," seloroh Jokowi lantas disambut tawa para pengusaha hotel dan restoran yang hadir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X