Amnesty International: Pensiunkan Perwira TNI Sebelum Dikaryakan

Kompas.com - 08/02/2019, 18:21 WIB
Wakil Koordinator Kontras Puri Kencana Putri saat ditemui di kantor LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016). Kristian ErdiantoWakil Koordinator Kontras Puri Kencana Putri saat ditemui di kantor LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia, Puri Kencana Putri, menyarankan perwira TNI yang akan ditempatkan di kementerian/lembaga dipensiunkan terlebih dahulu.

Menurut dia, hal ini bisa menjadi solusi bagi banyaknya perwira TNI yang tak mendapat jabatan.

"Kalau mau dikaryakan (ditempatkan di kementerian/lembaga), dipensiunkan saja dulu. Jangan kemudian dia punya dualisme identitas. Masih berstatus TNI aktif, tapi dikaryakan. Enggak bisa dong," kata Puri kepada Kompas.com, Jumat (8/2/2019).

Menurut Puri, perwira yang dipensiunkan ini bisa diberlakukan terhadap mereka yang sudah senior dan usianya mendekati masa pensiun.

Baca juga: Penempatan Perwira TNI di Kementerian/Lembaga Cederai Semangat Reformasi

Dengan demikian, pos strategis di TNI bisa diisi dengan perwira-perwira yang lebih muda.

"Isi dengan kelompok muda, regenerasi muda TNI. Jadi efektif, tidak gemuk," kata dia.

Puri juga menyarankan Kementerian Pertahanan untuk melakukan asessment terlebih dahulu terhadap organisasi internal TNI saat ini serta tantangan-tantangan yang dihadapi.

Dengan cara ini, akan diketahui pasti berapa banyak kebutuhan perwira di internal TNI dan akan ditempatkan dimana saja.

"Jangan kemudian tanpa asessment menyimpulkan wah ini gemuk banyak yang non job, harus ditempatkan di kementerian. Tidak bisa seperti itu," ujar Puri.

Baca juga: Kontras Kritik Rencana Perwira TNI Ditempatkan di Kementerian/Lembaga

 

Puri menilai, tidak tepat jika perwira yang masih aktif ditempatkan di kementerian/lembaga dan menduduki jabatan sipil.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X