Kompas.com - 31/01/2019, 19:12 WIB
Sejumlah pimpinan organisasi massa Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/1/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinSejumlah pimpinan organisasi massa Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/1/2019).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyindir kelompok masyarakat yang tiba-tiba menyampaikan konsep khilafah di Indonesia. Padahal, kata Said mereka yang meneriakkan khilafah tak ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Said saat memberikan pidato dalam peringatan hari lahir (Harlah) ke-93 NU, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Said awalnya menyinggung peran sejumlah pendiri dan kiai NU yang terlibat langsung dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dia bercerita keteguhan pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari saat diminta bersujud ke arah timur oleh Jepang.

Menurut Siad, kakek Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu menolak dan akhirnya ditahan di sebuah penjara di Mojokerto. Di dalam penjara, Hasyim mendapat siksaan dari tentara Jepang.

Baca juga: GP Ansor Minta Jokowi Revisi UU agar ASN Pro Khilafah Bisa Dipecat

"Keluar dari penjara Kiai Hasyim Asy'ari tangan kananya tidak bsia bergerak," ujarnya.

Selain itu, Said menyebut beberapa kiai NU lainnya yang menolak tunduk terhadap penjajah, mereka di antaranya Kiai Mahfud Sidiq, Kiai Jan Mustofa dari Tasikmalaya, Kiai Hamid Rusdi dari Malang, hingga Kiai Ilyas dari Lumajang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, para kiai itu mendapat siksaan dari penjajah hingga berujung kematian.

"Itulah pengorbanan para ulama Nahdlatul Ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia," ujarnya.

Said pun memastikan perjuangan para pendiri NU itu akan terus dijaga oleh para kader NU saat ini.

Baca juga: Maruf Amin Minta Isu Khilafah Tak Lagi Jadi Bahasan Kampanye Pilpres

Di sisi lain, ia menyindir kelompok yang saat ini terus mengampanyekan khilafah.

"Eh tiba-tiba ada orang enggak ikut berjuang, enggak berkeringat, tiba-tiba muncul khilafah, ini piye. Enggak ikut berjuang, enggak ikut keringat, (teriak) khilafah," kata Said.

Lebih lanjut, Said Aqil mengajak seluruh warga Nahdliyyin sebagai pewaris para kiai-kiai tersebut tetap menjaga amanah untuk tidak tunduk kepada pihak-pihak yang ingin memecah belah. Said mencotohkan keteguhan Gus Dur yang menolak tunduk kepada pemerintah Orde Baru.

"Dia tetap megang prinsip ketika benar beliau katakan iya. Ketika salah beliau katakan tidak. Itulah Gus Dur. Kita sekarang membutuhkan Gus Dur yang lain," kata dia.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai PTM Lagi, Pemerintah Siapkan Akomodasi Layak bagi Murid Penyandang Disabilitas

Mulai PTM Lagi, Pemerintah Siapkan Akomodasi Layak bagi Murid Penyandang Disabilitas

Nasional
Golkar Bakal Umumkan Pimpinan DPR Pengganti Azis Syamsuddin Selasa Depan

Golkar Bakal Umumkan Pimpinan DPR Pengganti Azis Syamsuddin Selasa Depan

Nasional
Menteri PPPA Sebut Perempuan Berperan Penting Pulihkan Ekonomi akibat Pandemi Covid-19

Menteri PPPA Sebut Perempuan Berperan Penting Pulihkan Ekonomi akibat Pandemi Covid-19

Nasional
Mantan Anak Buah Edhy Prabowo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Mantan Anak Buah Edhy Prabowo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Nasional
Menko PMK Minta Bangka Belitung Dapat Perhatian Lebih Soal Penanganan Covid-19

Menko PMK Minta Bangka Belitung Dapat Perhatian Lebih Soal Penanganan Covid-19

Nasional
PON XX Papua, BNPB Akan Bagikan 1.000 Masker Setiap Hari

PON XX Papua, BNPB Akan Bagikan 1.000 Masker Setiap Hari

Nasional
4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

Nasional
Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Nasional
[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

Nasional
Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.