Kompas.com - 28/11/2018, 17:34 WIB
Ketua KPU Arief Budiman dan Dino Patti Djalal Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKetua KPU Arief Budiman dan Dino Patti Djalal

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membahas rencana materi debat bersama mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal.

Dalam hal ini, Dino bertindak sebagai founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Kepada KPU, Dino memberikan pandangan mengenai isu-isu kebijakan luar negeri yang memungkinkan untuk dijadikan materi debat capres-cawapres Pemilu 2019.

"Jadi salah satu materi debat nanti yang akan disampaikan itu adalah tentang isu-isu foreign policy atau kebijakan luar negeri Indonesia. Banyak hal aspeknya, mulai dari perdagangan internasional, hukum internasional, keamanan internasional. Kami perlu masukan dari banyak pihak, salah satunya dari FPCI," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Baca juga: Bahas Debat Capres-Cawapres, KPU Akan Gelar Pertemuan dengan Media Penyiaran

Sementara itu, Dino menilai Pemilu 2019 merupakan proses yang cukup strategis. Untuk itu, perlu adanya isu mengenai kebijakan luar negeri untuk dijadikan materi debat capres-cawapres.

Sejumlah isu kebijakan luar negeri yang disampaikan Dino kepada KPU fokus tentang bagaimana Indonesia bisa berdampak pada dunia internasional.

Dino menyebut, penting untuk membahas isu mengenai globalisasi, ASEAN, hingga terorisme, yang seluruhnya berdampak pada konsidisi geopolotik. Kualitas capres-cawapres, kata Dino, bisa terukur dalam debat yang mengangkat isu-isu tersebut.

"Sebagai contoh, kan sudah mulai muncul polemik Palestina dan lain sebagainya, jadi saya kira semua isu saling terkait. Saya kira apapun isu yang dibahas mau tidak mau ada relevansinya dengan hubungan internasional kita," tutur dia.

Saat ditanya mengenai isu kebijakan luar negeri apa saja yang nantinya akan dimuat dalam materi debat, Dino mengatakan, hal itu bersifat rahasia dan masih akan dibahas secara internal oleh KPU dan tim perumus materi.

Baca juga: KPU Buka Opsi Gelar Debat Capres-Cawapres di Luar Jakarta

Menegaskan pernyataan Dino, Arief menyebut ke depannya KPU akan menghadirkan sejumlah ahli untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan penting untuk menggali isu kebijakan luar negeri sebagai materi debat capres-cawapres.

"Sampai dengan saat ini kami baru berbicara tentang teknis pelaksanaan debatnya, setelah itu kami akan menyusun para ahli yang nantinya akan memberikan masukan pertanyaan, kemudian baru akan menyusun siapa yang akan jadi moderatornya yang menyampaikan, siapa yang akan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan dari para ahli tersebut," ujar Arief.

Kompas TV Komisi Pemilihan Umum memastikan pemilih disabilitas dengan gangguan jiwa dipastikan tetap dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. Ketua KPU menegaskan tidak ada perbedaan antara penyandang disabilitas mental dan masyarakat umum dalam pemilu asal datanya tercatat dalam daftar pemilih tetap KPU sesuai dengan persyaratan Undang Undang. Namun jika saat pencoblosan penyandang disabilitas mental dinilai tidak mampu mengikuti pemilu maka dibutuhkan surat keterangan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Nasional
Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Nasional
Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Nasional
Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Nasional
Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Nasional
AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

Nasional
Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Nasional
KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

Nasional
PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

Nasional
Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Nasional
Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Nasional
FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

Nasional
Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

Nasional
Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Nasional
Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.