CPNS 2018 Capai 4 Juta Pelamar, Ini Jumlah Pendaftar dari Tiap Formasi - Kompas.com

CPNS 2018 Capai 4 Juta Pelamar, Ini Jumlah Pendaftar dari Tiap Formasi

Kompas.com - 11/10/2018, 19:28 WIB
Ilustrasi: Ribuan orang mengikuti tes calon pegewai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Malang di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (12/12/2010). Sebanyak 9.142 peserta mengikuti tes CPNS Kota Malang yang memperebutkan 235 lowongan. Menjadi pegawai negeri masih menjadi dambaan banyak orang.  KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Ilustrasi: Ribuan orang mengikuti tes calon pegewai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Malang di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (12/12/2010). Sebanyak 9.142 peserta mengikuti tes CPNS Kota Malang yang memperebutkan 235 lowongan. Menjadi pegawai negeri masih menjadi dambaan banyak orang.

KOMPAS.com - Pendaftaran calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 telah berlangsung selama 16 hari. Pendaftaran secara online melalui situs Sistem Seleksi CPNS Nasional atau SSCN ini akan berakhir pada 15 Oktober mendatang.

Seleksi CPNS 2018 terdiri dari beberapa tahap. Secara umum tahapan yang harus dilalui oleh para pelamar antara lain seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi bidang.

Sambutan masyarakat terhadap pembukaan lowongan CPNS oleh pemerintah ini terbilang tinggi. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya jumlah pelamar yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi.

Persaingan pelamar pada seleksi CPNS 2018 diprediksi akan berlangsung secara ketat.


Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) per hari ini, Kamis (11/10/2018) pukul 16.00 WIB, total pelamar yang sudah mendaftarkan akun SSCN tercatat lebih dari 4 juta orang.

Padahal, pemerintah hanya mengalokasikan sebanyak 238.015 formasi untuk CPNS tahun ini, dengan total formasi yang terbagi pada instansi pusat dan daerah.

Namun, dari total pelamar yang mendaftarkan akun SSCN tersebut, baru 2.572.891 orang yang telah menyelesaikan proses pendaftaran.

Pendaftar CPNS kali ini terdiri dari berbagai formasi, seperti formasi umum, lulusan terbaik (cumlaude), diaspora, disabilitas, atlet berprestasi internasional, honorer K2, serta putra/putri Papua dan Papua Barat.

Berikut rincian jumlah pelamar masing-masing formasi yang masuk dalam sistem SSCN per hari ini:

1. Formasi Umum

Banyaknya akun pelamar dari formasi umum sebanyak 4.081.203 orang. Sementara pelamar yang telah menyelesaikan pendaftaran sebanyak 2.550.363 orang.

2. Formasi Penyandang Disabilitas

Total akun pelamar dari formasi disabilitas sebanyak 2.221 orang. Sedangkan, jumlah pelamar yang menyelesaikan proses pendaftaran sebanyak 1.151 orang.

3. Formasi Putra/Putri Papua

Formasi Jumlah akun pelamar formasi Putra/Putri Papua sebanyak 4.503 orang. Tapi, dari total tersebut belum semuanya menyelesaikan proses pendaftaran.

Total pelamar yang menyelesaikan proses pendaftaran sebanyak 2.385 orang

4. Formasi Lulusan Terbaik

Total akun pelamar untuk formasi lulusan terbaik atau cumlaude sebanyak 18.410 orang. Dari total tersebut, baru 14.242 orang yang menyelesaikan proses pendaftaran.

5. Formasi Diaspora

Banyaknya akun pelamar dari formasi diaspora per hari ini, Kamis (11/10/2018) pukul 16.00 WIB adalah 61 orang.

Dari 61 orang tersebut, baru 6 orang yang menyelesaikan proses pendaftaran.

6. Formasi Atlet Berprestasi Internasional

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com, hingga sore hari ini belum ada pelamar dari formasi atlet berprestasi internasional.

7. Formasi Honorer K2

Sebanyak 6.510 orang mendaftarkan akun dari formasi honorer K2. Namun, jumlah pelamar yang telah menyelesaikan proses pendaftaran sebanyak 4.834 orang.

Bagi Anda yang berminat mengikuti seleksi CPNS tahun ini masih mempunyai kesempatan untuk melakukan pendaftaran.

Pendaftaran secara online dapat dilakukan melalui situs sscn.bkn.go.id. Jangan lupa untuk memperhatikan alur dan dokumen yang disyarakatkan oleh instansi yang akan dituju.

.

.

.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Marak Mafia Tanah, BPN DKI Jakarta Minta Pemilik Jangan Biarkan Lahan Kosong

Marak Mafia Tanah, BPN DKI Jakarta Minta Pemilik Jangan Biarkan Lahan Kosong

Megapolitan
Bukan 'Sinkhole', Ini yang Terjadi pada Jalan Ambles di Surabaya

Bukan "Sinkhole", Ini yang Terjadi pada Jalan Ambles di Surabaya

Regional
Pejabat Arab Saudi yang Dipecat dalam Kasus Khashoggi Kunjungi Israel

Pejabat Arab Saudi yang Dipecat dalam Kasus Khashoggi Kunjungi Israel

Internasional
Lengkap, Berkas Kasus Hercules Kembali Diserahkan ke Kejaksaan

Lengkap, Berkas Kasus Hercules Kembali Diserahkan ke Kejaksaan

Megapolitan
Lantik Dua Kepala Daerah, Ridwan Kamil Tekankan Reformasi Integritas

Lantik Dua Kepala Daerah, Ridwan Kamil Tekankan Reformasi Integritas

Regional
Wapres Kalla Yakin OTT di Kemenpora Tak Pengaruhi Persiapan Atlet

Wapres Kalla Yakin OTT di Kemenpora Tak Pengaruhi Persiapan Atlet

Nasional
Politisi Gerindra Sebut Masyarakat Tak Antusias Sambut Jokowi, Apa Kata Istana?

Politisi Gerindra Sebut Masyarakat Tak Antusias Sambut Jokowi, Apa Kata Istana?

Nasional
Satu Korban Banjir Bandang Dairi, Hanyut saat Berteduh di Gubuk Ladang

Satu Korban Banjir Bandang Dairi, Hanyut saat Berteduh di Gubuk Ladang

Regional
Berfoto Telanjang di Vatikan, Model Playboy Ditahan

Berfoto Telanjang di Vatikan, Model Playboy Ditahan

Internasional
KKP Selamatkan 47 Pekerja Migran Ilegal yang Sembunyi di Semak

KKP Selamatkan 47 Pekerja Migran Ilegal yang Sembunyi di Semak

Regional
Pemprov DKI Akan Larang Penggunaan Kantong Plastik, Ini Tanggapan Pedagang Pasar

Pemprov DKI Akan Larang Penggunaan Kantong Plastik, Ini Tanggapan Pedagang Pasar

Megapolitan
KPU Usulkan 14 Tema Debat Capres, dari Ekonomi hingga HAM

KPU Usulkan 14 Tema Debat Capres, dari Ekonomi hingga HAM

Nasional
6 Bayi Anjing Laut Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Selandia Baru

6 Bayi Anjing Laut Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Selandia Baru

Internasional
Ujian Akhir Semester Sekolah Berbasis Komputer Bukan Kemustahilan

Ujian Akhir Semester Sekolah Berbasis Komputer Bukan Kemustahilan

Edukasi
Filipina Klaim 'Hanya' 5.000 Orang Tewas dalam Perang Melawan Narkoba

Filipina Klaim "Hanya" 5.000 Orang Tewas dalam Perang Melawan Narkoba

Internasional

Close Ads X