Kompas.com - 13/07/2018, 17:47 WIB
Ketua umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat orasi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). SBY menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke 15 partai Demokrat yang diawali Rapimnas. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIKetua umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat orasi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). SBY menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke 15 partai Demokrat yang diawali Rapimnas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menganggap wajar sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak lagi memaksakan posisi calon wakil presiden.

Hal itu disampaikan Zulkifli menanggapi pernyataan SBY yang tak lagi memasang harga mati pada posisi cawapres dalam berkoalisi menghadapi Pilpres 2019.

"Enggak ada harga mati, semua harga hidup. Kecuali nyalon sendiri, misal saya capres dari PAN. Kami enggak bisa maksa. Ini kan take and give, win and win," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Baca juga: SBY Sebut Cawapres Bukan Harga Mati bagi Demokrat

Ia menyatakan, dalam posisi sekarang, tak ada partai yang bisa mencalonkan sendiri pasangan capres dan cawapres.

Karena itu, semua partai harus duduk bersama dan tidak saling memaksakan kehendak soal cawapres.

Ia menilai, sejak awal tak ada upaya paksa dari Demokrat untuk mematok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Baca juga: Max Sopacua: Obsesi Pertama Demokrat AHY Maju Pilpres

Menurut Zulkifki, hal itu dilakukan Demokrat untuk menaikan popularitas partainya demi memenangkan Pileg 2019.

"Enggak ngotot itu, itu menaikan popularitas Partai Demokrat. Enggak ngotot," lanjut Zulkifli.

SBY sebelumnya menyatakan posisi cawapres bukan harga mati dari partainya.

Baca juga: Ruhut: AHY Mimpi Mau Jadi Presiden, Jadi Menteri Saja Syukur

Hal itu disampaikan SBY bersamaan dengan kontrak politik yang diajukan Demokrat kepada capres dan cawapres yang menjadi mitra koalisi mereka nantinya.

"Terus terang Demokrat memiliki kader unggulan yang saat ini memiliki elektabilitas tinggi untuk menjadi cawapres. Juga kader Demokrat juga berharap salah satu kader terbaiknya bisa menjadi cawapres meskipun ini bukan harga mati," kata SBY melalui rekaman video yang diunggah di akun youtube Partai Demokrat, Kamis (12/7/2018).

Kini, Demokrat memiliki tiga opsi di Pilpres 2019. Di antaranya ialah ikut mengusung Presiden Jokowi, bergabung ke poros Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, atau mengusung pasangan calon sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.