Mahfud MD Dinilai Paling Potensial Jadi Cawapres Jokowi - Kompas.com

Mahfud MD Dinilai Paling Potensial Jadi Cawapres Jokowi

Kompas.com - 10/07/2018, 22:07 WIB
Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD ketika ditemui di Kantor BPIP, Jakarta, Kamis (31/5/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD ketika ditemui di Kantor BPIP, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, sosok Mahfud MD saat ini paling berpeluang dipilih Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden. Sebab, Mahfud memiliki dua kelebihan yang tidak dimiliki oleh kandidat lainnya.

Kelebihan pertama, kata Haris, adalah kemampuan Mahfud di bidang hukum tata negara. Menurut Haris, pengalaman Mahfud yang pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi itu tidak perlu diragukan lagi.

"Mahfud ini memiliki keahlian di bidangnya, khususnya di bidang hukum," kata Syamsuddin kepada Kompas.com, Selasa (10/7/2018).

"Kalau tantangan ke depan adalah untuk menciptakan hukum dan demokrasi yang lebih baik, pilihannya Mahfud MD," tambah dia.

Baca juga: Golkar: Penentuan Cawapres Jokowi Harus Perhatikan Keinginan Mitra Koalisi

Selain itu, Haris juga menilai Mahfud mempunyai kelebihan kedua, yakni dekat dengan kalangan umat Islam. Oleh karena itu, Mahfud bisa meningkatkan elektabilitas Jokowi, khususnya dari basis pemilih muslim.

"Dia dekat dengan kelompok Islam tidak hanya dengan NU, tapi juga Muhammadiyah," kata Haris.

Selain dua kelebihan itu, Haris juga menilai Mahfud adalah sosok yang bersih dan berintegritas. Ia tidak pernah tersangkut dengan masalah hukum.

"Pasangan Pak Jokowi itu memang harus orang yang bersih dan berintegritas, ini tidak kalah pentingnya," ucap dia.

Baca juga: Kata Moeldoko, Ada 4 Syarat Untuk Jadi Cawapres Jokowi

Selain Mahfud, Haris menilai ada dua nama lain yang juga berpeluang dipilih oleh Jokowi. Namun, berbeda dengan Mahfud, Haris menilai dua calon ini hanya punya satu keunggulan yang bisa ditonjolkan.

Jika Jokowi ingin mengambil tokoh dari partai politik, maka pilihannya adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Sebab, Airlangga adalah ketua umum partai kedua terbesar setelah PDI-P. Mesin partai Golkar pasti akan bekerja keras," kata Haris.

Sementara itu, jika Jokowi merasa tantangan yang berat di periode keduanya adalah ekonomi, maka ia bisa meminang Sri Mulyani. Haris menilai menteri keuangan tersebut sudah tidak diragukan lagi kapasitasnya. Namun, ia tidak memiliki basis massa layaknya Mahfud atau Airlangga.

"Kembali ke Jokowi butuh cawapres yang seperti apa," kata dia.

Baca juga: PDI-P: Pengumuman Cawapres Jokowi Tunggu Cuaca Cerah

Presiden Jokowi sebelumnya mengaku sudah memutuskan siapa cawapres yang akan mendampingi maju pada pemilihan presiden 2019.

Namun, ia belum bersedia menyebutkan nama tersebut kepada publik.

"(cawapres) sudah ada, tinggal diumumin," kata Jokowi kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2018).

Jokowi tidak menjelaskan cawapres yang dimaksudnya hanya satu atau banyak nama. Jokowi meminta wartawan dan publik bersabar. Pengumuman nama cawapres, kata dia, harus dilakukan pada waktu yang tepat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Senin Ini Pendaftaran Ditutup, Berikut 'Update' Jumlah Pelamar CPNS

Senin Ini Pendaftaran Ditutup, Berikut "Update" Jumlah Pelamar CPNS

Nasional
Program Naturalisasi Sungai Gubernur DKI Dinilai Tak Terlihat di Lapangan

Program Naturalisasi Sungai Gubernur DKI Dinilai Tak Terlihat di Lapangan

Megapolitan
Uang Lebih dari Rp 1,5 Miliar dalam OTT Pejabat di Bekasi Diduga Bukan yang Pertama

Uang Lebih dari Rp 1,5 Miliar dalam OTT Pejabat di Bekasi Diduga Bukan yang Pertama

Nasional
Kemendikbud Buka Rekuitmen Kepala Sekolah dan Guru di Luar Negeri

Kemendikbud Buka Rekuitmen Kepala Sekolah dan Guru di Luar Negeri

Edukasi
Buya Syafii: Agama Tak Bisa Pisah dari Politik, Tapi Jangan Jadi Kendaraan Politik

Buya Syafii: Agama Tak Bisa Pisah dari Politik, Tapi Jangan Jadi Kendaraan Politik

Nasional
Menristek Dikti Perpanjang Masa Jabatan Rektor Unimal Aceh Utara

Menristek Dikti Perpanjang Masa Jabatan Rektor Unimal Aceh Utara

Regional
Peluru di Ruangan Anggota DPR Mengenai Kerudung Seorang Tenaga Ahli

Peluru di Ruangan Anggota DPR Mengenai Kerudung Seorang Tenaga Ahli

Nasional
Polisi Olah TKP Peluru Nyasar di Gedung DPR

Polisi Olah TKP Peluru Nyasar di Gedung DPR

Megapolitan
Polisi Cari Saksi di Sekitar Lokasi Peluru Nyasar Gedung DPR

Polisi Cari Saksi di Sekitar Lokasi Peluru Nyasar Gedung DPR

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Pertanyakan Kajian Revisi Perda soal Pelarangan Becak

Ketua DPRD DKI Pertanyakan Kajian Revisi Perda soal Pelarangan Becak

Megapolitan
Polri Minta Peserta Pemilu Hadirkan Kampanye Sejuk

Polri Minta Peserta Pemilu Hadirkan Kampanye Sejuk

Nasional
Advokat Lucas Yakin Keterangan Eddy Sindoro Akan Buktikan Dirinya Tak Bersalah

Advokat Lucas Yakin Keterangan Eddy Sindoro Akan Buktikan Dirinya Tak Bersalah

Nasional
'Bangkai' Jembatan Kuning Diincar Warga dan 5.000 Huntara Disiapkan, Ini 5 Fakta Baru Gempa Sulteng

"Bangkai" Jembatan Kuning Diincar Warga dan 5.000 Huntara Disiapkan, Ini 5 Fakta Baru Gempa Sulteng

Regional
Wapres Minta Polri Jangan Biarkan Para Begal Beraksi

Wapres Minta Polri Jangan Biarkan Para Begal Beraksi

Nasional
Polisi Periksa Peluru yang Mengenai Ruangan Anggota DPR

Polisi Periksa Peluru yang Mengenai Ruangan Anggota DPR

Megapolitan
Close Ads X