KPAI: Para Siswa Tidak Pernah Membayangkan Soal Matematika UNBK Sesulit Itu - Kompas.com

KPAI: Para Siswa Tidak Pernah Membayangkan Soal Matematika UNBK Sesulit Itu

Kompas.com - 17/04/2018, 18:19 WIB
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Bidang Pendidikan, Retno Listyarti ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (17/4/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Bidang Pendidikan, Retno Listyarti ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak para siswa SMA mengeluhkan sulitnya soal Ujian nasional berbasis komputer ( UNBK) khususnya pada mata pelajaran Matematika.

Alasannya karena soal tersebut dianggap tidak sesuai dengan kisi-kisi yang sudah dipelajari para siswa selama ini.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti pun menyampaikan keprihatinan lembaganya atas sulitnya soal mata uji matematika UNBK itu.

"KPAI menyampaikan keprihatinan atas sulitnya soal mata uji matematika UNBK SMA tahun 2018 yang viral di media sosial maupun media massa," ujar Retno di kantornya, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

(Baca juga: Mendikbud Jelaskan Mengapa UNBK Tahun Ini Lebih Sulit)

Soal matematika UNBK SMA memang dibuat sulit karena termasuk jenis soal Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Retno mengungkapkan, kurang lebih ada 27 siswa SMA negeri maupun swasta yang mengadukan sulitnya soal matematika UNBK tersebut ke KPAI.

Pengaduan berasal dari Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Depok, Kota Bekasi, Cikarang, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

"27 siswa saja. Tapi ini kan mengejutkan karena kami enggak buka posko pengaduan. Mereka WhatsApp, nulisnya panjang-panjang dengan berbagai keluhan dan ada yang telepon langsung," ungkap Retno.

Retno menerangkan, hal-hal yang dikeluhkan misalnya soal UNBK Matematika yang sangat sulit, tidak cukup waktu mengerjakannya karena langkahnya yang banyak dan rumit.

(Baca juga: Permintaan Maaf Mendikbud Setelah Para Siswa SMA Keluhkan Sulitnya Soal UNBK...)

Lalu, soal tidak sesuai dengan kisi-kisi, dan siswa menyatakan hanya menyakini jawaban benar sekitar 5-10 dari 40 soal yang diuji.

"Siswa juga mengaku tidak pernah membayangkan soal matematika UNBK sesulit itu, padahal selama ini mereka sudah belajar keras untuk berlatih menyelesaikan soal-soal matematika dari berbagai sumber," ujar Retno.

Kepada KPAI, kata Retno, para siswa mengaku tidak pernah mendapatkan soal jenis soal itu dalam proses pembelajaran menempuh jenjang pendidikan SMA.

"Beberapa siswa khawatir mendapat nilai buruk dan ada juga yang berkurang semangatnya mengikuti ujian hari ketiga dan keempat akibat frustasi mengerjakan soal matematika di hari kedua ujian," ujar Retno.

Sebelumnya, terkait keluhan sejumlah pihak terhadap sulitnya soal UNBK, Menteri Pendidikan pun menyampaikan permohonan maaf.

"Saya minta maaf kalau ada beberapa kalangan yang merasa mengalami kesulitan, yang sulit, yang tidak bisa ditoleransi," ujar Muhadjir Effendi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

(Baca juga: Ketua DPR Usulkan UNBK Tak Wajib Dilaksanakan untuk Daerah 3T)

Muhadjir mengakui, pemerintah memang menaikkan tingkat kesulitan soal UNBK tahun ini. Menurut dia, soal UNBK 2018 sudah menerapkan high order thinking skills (HOTS).

Mendikbud mengatakan, HOTS diterapkan untuk mendorong siswa memiliki kemampuan berpikir kritis. Hal itu dianggap penting untuk pembentukan karakter siswa. Meski demikian, Muhadjir berjanji melakukan pembenahan UNBK.

"Jika masih ada ceruk-ceruk tertentu atau wilayah tertentu yang merasa kesulitan yang tidak bisa ditoleransi lagi, nanti kami evaluasi secara menyeluruh," lanjut Muhadjir.

Kompas TV Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah memang meningkatkan tingkat kesulitan soal.


Komentar

Close Ads X